KAB. SUMBA TIMUR NTT, || Babinsa Koramil 03/Pahunga Lodu, Kodim 1601/Sumba Timur, Sertu Hendrik Hati Waluandja, mendampingi petani saat panen padi menggunakan mesin combine harvester di Desa Wulla, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (27/6/2026). Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pemanfaatan teknologi modern.
Kehadiran Babinsa di tengah petani tidak hanya untuk memberikan pendampingan selama proses panen, tetapi juga memastikan kegiatan berjalan lancar serta mendorong penggunaan alat pertanian yang dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan metode konvensional.
Sertu Hendrik Hati Waluandja mengatakan penggunaan mesin combine harvester mampu mempercepat proses panen sekaligus mengurangi kehilangan hasil panen yang kerap terjadi saat dilakukan secara manual. Selain menghemat waktu, penggunaan mesin juga membantu menekan biaya operasional dan kebutuhan tenaga kerja.
“Kami akan terus mendampingi para petani mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen. Harapannya, hasil produksi pertanian terus meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Pendampingan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD melalui satuan kewilayahan dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah. Sinergi antara aparat teritorial dan petani diharapkan mampu mendorong peningkatan hasil pertanian sekaligus mempercepat adopsi teknologi di sektor pertanian.
Para petani menyambut positif kehadiran Babinsa dalam setiap tahapan budidaya padi. Menurut mereka, pendampingan yang dilakukan tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dalam memanfaatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas.
Petani berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut, baik dalam bentuk pendampingan teknis maupun dukungan terhadap berbagai program pertanian yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan petani, diharapkan upaya peningkatan produksi pangan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Pendampingan di lapangan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sektor pertanian.
(Ms)






