KAB. SUMBA TIMUR NTT, || Memasuki musim kemarau, Babinsa Koramil 01/Lewa, Kodim 1601/Sumba Timur, Kopka Umbu Parahi mengintensifkan komunikasi sosial (Komsos) dengan masyarakat melalui sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Matawai Amahu, Kecamatan Katala Hamu Lingu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (27/6/2026).
Sosialisasi dilakukan sebagai langkah preventif mengingat kondisi cuaca yang semakin kering pada musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan maupun hutan. Dalam kesempatan itu, Babinsa mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar karena api dapat dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Kopka Umbu Parahi menjelaskan bahwa kebakaran lahan tidak hanya mengancam kawasan hutan, tetapi juga dapat merusak lahan pertanian, mencemari lingkungan, hingga membahayakan keselamatan warga apabila api merambat ke permukiman.
“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar karena tiupan angin dan cuaca panas. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan terhindar dari bencana kebakaran,” ujarnya.
Selain memberikan imbauan, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk menerapkan metode pengolahan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Masyarakat menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Mereka menilai edukasi yang diberikan Babinsa penting sebagai pengingat agar warga lebih berhati-hati dalam mengelola lahan selama musim kemarau. Warga juga menyatakan siap mendukung upaya pencegahan dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kegiatan komunikasi sosial tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Babinsa berharap masyarakat semakin memahami risiko pembakaran lahan dan bersama-sama berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara aparat dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, lestari, serta tetap kondusif selama musim kemarau.
(Ms)






