KOTA TASIKMALAYA, || Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.BA., menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk terus mendukung pengembangan pondok pesantren sebagai pusat pendidikan yang berperan strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Imtihan MDTU Mathbaul Falah di Pondok Pesantren Mathbaul Falah, Kamis (25/6/2026).
Menurut Viman, pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Karena itu, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan pesantren melalui berbagai bentuk dukungan dan kolaborasi.
Dalam sambutannya, Viman menilai perkembangan teknologi digital harus menjadi peluang bagi dunia pesantren untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Ia mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan, mulai dari digitalisasi materi ajar hingga pengembangan perpustakaan digital agar akses terhadap ilmu pengetahuan semakin luas bagi para santri.
Menurutnya, transformasi digital bukan berarti mengurangi nilai-nilai tradisi pesantren. Sebaliknya, inovasi tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi fondasi utama pesantren.
Momentum Imtihan MDTU Mathbaul Falah juga menjadi ajang menunjukkan kiprah pesantren dalam membina karakter generasi muda. Melalui pendidikan berbasis agama, santri diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berdaya saing, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Pemerintah Kota Tasikmalaya, lanjut Viman, mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola pesantren, dunia usaha, hingga masyarakat, untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan program-program pendidikan yang berkelanjutan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal yang menjadi identitas pendidikan pesantren di Kota Tasikmalaya.
(Rzl)






