KAB. SUMBA BARAT NTT, || Komandan Kodim (Dandim) 1613/Sumba Barat, Letnan Kolonel Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han., menegaskan pentingnya peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai ujung tombak satuan kewilayahan dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat pembinaan teritorial di tengah dinamika yang berkembang di masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Dandim saat memberikan Jam Komandan kepada seluruh prajurit Kodim 1613/Sumba Barat di Aula Makodim 1613/Sumba Barat, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh personel militer dan dihadiri Kasdim, para Perwira Seksi (Pasi), para Danramil, serta anggota jajaran Kodim 1613/Sumba Barat.
Dalam arahannya, Dandim menekankan bahwa Babinsa memiliki posisi strategis karena menjadi representasi TNI yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap Babinsa dituntut mampu memahami kondisi wilayah binaan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta cepat merespons setiap perkembangan situasi yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan.
“Sebagai Babinsa, garda terdepan dan ujung tombak satuan kewilayahan dalam menghadapi situasi yang berkembang dan turut bertanggung jawab menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya,” ujar Letkol Inf Ignasius Hali Sogen.
Jam Komandan sendiri merupakan agenda rutin yang dilaksanakan di lingkungan satuan TNI sebagai sarana komunikasi langsung antara pimpinan dan anggota. Melalui forum tersebut, komandan dapat menyampaikan berbagai kebijakan, evaluasi, penekanan tugas, serta memberikan motivasi kepada prajurit dalam menjalankan tugas pokok satuan.
Menurut Dandim, komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga soliditas organisasi serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas pembinaan teritorial (Binter) di wilayah.
Selain menjadi media penyampaian instruksi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengetahui secara langsung kondisi personel, kendala yang dihadapi di lapangan, serta capaian pelaksanaan tugas yang telah dilakukan oleh masing-masing anggota.
Dalam perspektif satuan, pembinaan teritorial merupakan salah satu tugas utama TNI AD yang bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Karena itu, keberhasilan tugas Babinsa tidak hanya diukur dari aspek keamanan, tetapi juga dari kemampuannya membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai elemen lainnya.
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi aparat kewilayahan saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial kemasyarakatan, ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga upaya menjaga kerukunan dan stabilitas wilayah. Kondisi tersebut menuntut prajurit untuk terus meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan situasi.
Melalui kegiatan Jam Komandan, Dandim juga memberikan motivasi kepada seluruh anggota agar tetap menjaga disiplin, loyalitas, serta semangat pengabdian dalam melaksanakan tugas. Ia menegaskan bahwa keberhasilan satuan merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan sinergi dan komitmen dari seluruh personel.
Sementara itu, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari anggota karena menjadi wadah komunikasi dua arah antara pimpinan dan prajurit. Selain menerima arahan langsung, anggota juga dapat memahami prioritas dan target yang ingin dicapai satuan dalam pelaksanaan tugas ke depan.
Dengan penguatan komunikasi internal dan pembinaan personel secara berkelanjutan, Kodim 1613/Sumba Barat berharap seluruh prajurit, khususnya Babinsa, mampu menjalankan tugas kewilayahan secara optimal serta terus hadir sebagai solusi bagi masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan di wilayah Kabupaten Sumba Barat.
(Ms)






