Pembangunan Gedung TK Aisyah di Jatiwaras Baru 25 Persen, Yayasan Harapkan Bantuan Pemda

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Pengurus Yayasan Aisyah di Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, terus berupaya menyelesaikan pembangunan gedung TK Aisyah yang diperuntukkan sebagai sarana pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat proses pembangunan yang telah berjalan secara swadaya itu baru mencapai sekitar 25 persen.

Bacaan Lainnya

Ketua Yayasan Aisyah, Budiman, mengatakan pembangunan gedung sekolah dilakukan sebagai bentuk komitmen yayasan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih layak bagi para peserta didik. Selama kurang lebih dua hingga tiga tahun terakhir, kegiatan belajar mengajar TK Aisyah masih menumpang di Madrasah Diniyah Al Ihsan Sindangrasa.

“Kami ingin menciptakan suasana pendidikan yang lebih baik dan nyaman bagi anak-anak. Karena itu, meskipun dengan kemampuan yang terbatas, kami tetap berupaya membangun gedung TK sendiri,” ujar Budi.

Gedung yang tengah dibangun tersebut direncanakan memiliki ukuran 14 meter x 5 meter, yang akan digunakan untuk dua ruang kelas dan satu ruang guru. Saat ini, TK Aisyah tercatat memiliki 26 siswa yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Menurut Budi, yayasan telah memiliki tanah wakaf seluas 186 meter persegi sebagai lokasi pembangunan sekolah. Berbekal semangat gotong royong dan dukungan masyarakat sekitar, proses pembangunan mulai dilakukan dengan dana swadaya yang tersedia.

Namun di sisi lain, keterbatasan biaya menjadi tantangan besar bagi yayasan untuk melanjutkan pembangunan hingga tuntas. Oleh karena itu, pihak yayasan berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

“Kami memohon bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Bapak Bupati Tasikmalaya, serta para donatur yang sekiranya dapat membantu agar pembangunan gedung TK Aisyah ini bisa diselesaikan,” katanya.

Permohonan tersebut disampaikan mengingat pentingnya keberadaan fasilitas pendidikan anak usia dini yang memadai, terutama di wilayah pedesaan. Gedung sekolah yang representatif dinilai tidak hanya menunjang kenyamanan belajar, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi penerus.

Di sisi lain, keterlibatan pemerintah dalam mendukung penyediaan sarana pendidikan menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan. Meski demikian, realisasi bantuan tentu harus melalui mekanisme dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan program prioritas pemerintah daerah.

Harapan yang disampaikan Yayasan Aisyah juga mencerminkan masih adanya tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan berbasis masyarakat dalam menyediakan fasilitas belajar yang layak. Kondisi tersebut membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, maupun masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan pendidikan di daerah.

Bagi para pengurus yayasan, penyelesaian pembangunan gedung TK Aisyah bukan sekadar membangun fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak Desa Neglasari. Dengan tersedianya ruang belajar yang lebih baik, mereka berharap proses pendidikan dapat berlangsung lebih optimal.

“Kami hanya ingin anak-anak memiliki tempat belajar yang nyaman dan layak. Mudah-mudahan ada jalan dan dukungan dari berbagai pihak agar cita-cita ini dapat terwujud,” tutur Budi.

Dengan semangat swadaya yang telah ditunjukkan masyarakat dan dukungan yang diharapkan dari berbagai pihak, pembangunan TK Aisyah diharapkan dapat segera diselesaikan sehingga puluhan siswa yang selama ini belajar dengan keterbatasan dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih representatif.

(Agus Nur Mk)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *