KAB BANDUNG ( Sergap.co.id )- Bupati Bandung, Kang Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS, meninjau sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot pada Jumat (12/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, KDS didampingi Kepala Dinas PUTR Zeis Zultaqawa, Kasatpol PP Uwais Qorni, Kabid Irigasi SDA Jawa Barat Hendra, Camat Dayeuhkolot Asep Suryadi, Koramil Ketua Pentahelix Dayeuhkolot Tri Rahmanto dan tokoh masyarakat setempat.
Ia mengapresiasi langkah Pentahelix Dayeuhkolot yang telah melakukan normalisasi dengan mengeruk saluran irigasi Cipalasari yang kerap menimbulkan banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha.
“Alhamdulillah pentahelix Dayeuhkolot juga sudah melakukan pengerukan saluran irigasi Cipalasari sepanjang 2,5 kilometer. Salurannya terus dikeruk supaya lebih dalam. Sekarang kedalamannya bertambah 1,5 meter,” ujar KDS saat meninjaun pengerukan saluran irigasi Cipalasari
“Terima kasih Pak Tri dan pentahelix serta masyarakat Dayeuhkolot. Insaallah upaya pengerukan ini dapat mengurangi resiko banjir yang selama ini kerap terjadi dikawasan <span;>Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha,” tambah orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.
Salah seorang warga, Siti Maemunah (45), mengaku telah menempati rumahnya di kawasan bantaran Sungai Cipalasari selama hampir 12 tahun. Selama itu pula, ia belum pernah melihat adanya pengerukan saluran seperti yang saat ini sedang dilakukan.
“Saya sudah hampir 12 tahun tinggal di sini. Sudah beberapa kali pergantian bupati, tetapi baru kali ini ada pengerukan saluran seperti sekarang,” ujar Siti Maemunah saat di sambangi awak media
Menurutnya, kondisi saluran yang dangkal selama ini menjadi salah satu penyebab sering terjadinya genangan dan banjir saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Ia menyampaikan apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung
“Sekarang, di masa kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna dan setelah adanya Pentahelix serta dukungan dari berbagai pihak akhirnya ada pengerukan. Kami sebagai warga tentu sangat bersyukur dan berterima kasih,” katanya.
Siti berharap pengerukan yang tengah berlangsung dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap mengganggu aktivitas.
“Mudah-mudahan setelah dikeruk, saat hujan turun air tidak lagi meluap ke jalan maupun ke rumah warga. Semoga penanganan seperti ini terus berlanjut,” harapnya. (Asp)






