SDN 2 Sudimoro Jadi Sorotan, Kondisi WC dan Plafon Sekolah Tuai Pertanyaan

SERGAP.CO.ID

KAB. TANGGAMUS || Kondisi sarana dan prasarana di SD Negeri 2 Sudimoro, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, menjadi perhatian sejumlah pihak. Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, khususnya toilet (WC) dan plafon ruang kelas, dinilai memerlukan penanganan lebih lanjut demi menunjang kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekolah.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Jumat (5/6/2026), dari tujuh unit WC yang tersedia di lingkungan sekolah, hanya satu unit yang diketahui masih dapat digunakan dengan baik. Sementara beberapa unit lainnya dilaporkan mengalami kerusakan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa maupun tenaga pendidik.

Selain persoalan sanitasi, kondisi sejumlah plafon ruang kelas juga menjadi sorotan. Beberapa bagian plafon terlihat rusak dan berlubang, yang dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar apabila tidak segera dilakukan perbaikan.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut, Kepala SDN 2 Sudimoro, Suyati, S.Pd., memberikan tanggapan singkat. “Kalau mau mencari kesalahan memang banyak, Pak,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat menilai bahwa kebersihan dan kelayakan fasilitas pendidikan merupakan aspek penting yang harus menjadi perhatian bersama. Lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman dinilai berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran serta tumbuh kembang peserta didik.

Berdasarkan data yang diperoleh, sekolah tercatat menerima dana operasional dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, alokasi dana tercatat sebesar Rp18.300.000 pada triwulan pertama dan Rp76.050.000 pada triwulan kedua. Sementara pada 2025, masing-masing triwulan pertama dan kedua tercatat sebesar Rp78.300.000. Adapun pada triwulan pertama 2026, dana yang diterima mencapai Rp79.200.000.

Data yang dihimpun juga menunjukkan adanya pengeluaran untuk pembayaran tenaga honorer. Pada 2024, pembayaran honor tercatat sebesar Rp16.200.000 pada tahap pertama dan Rp15.000.000 pada tahap kedua. Sedangkan pada 2025, pembayaran honor sebesar Rp22.200.000 pada tahap pertama dan Rp7.200.000 pada tahap kedua. Sementara itu, pihak sekolah menyebut jumlah tenaga honorer yang ada sebanyak dua orang.

Sejumlah pihak mempertanyakan sejauh mana alokasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana telah direalisasikan, mengingat kondisi WC dan plafon sekolah dinilai belum menunjukkan perbaikan yang signifikan selama kurun waktu 2024 hingga 2026.

Meski demikian, penggunaan dana sekolah memiliki pos dan ketentuan tersendiri yang diatur dalam petunjuk teknis yang berlaku. Karena itu, diperlukan penjelasan yang komprehensif dari pihak sekolah maupun instansi terkait agar informasi yang berkembang di masyarakat dapat dipahami secara utuh dan proporsional.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala SDN 2 Sudimoro belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait realisasi anggaran pemeliharaan yang menjadi perhatian sejumlah pihak. Masyarakat berharap adanya evaluasi dan langkah perbaikan agar fasilitas pendidikan di SDN 2 Sudimoro dapat kembali berfungsi dengan baik demi mendukung proses belajar mengajar yang optimal.

(Sahidi)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *