Dody Soetanto, Konduktor dan Bariton Asal NTT yang Mendunia di Belanda

SERGAP.CO.ID

BELANDA, || Di tengah perjalanannya ke Eropa untuk mempromosikan potensi ekonomi dan produk UMKM Nusa Tenggara Timur, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT Bobby Lianto menyempatkan diri bertemu seorang putra daerah yang kini bersinar di panggung musik internasional: Dody Soetanto, konduktor dan bariton asal Kupang yang dikenal luas di Belanda.

Bacaan Lainnya

Pertemuan penuh nostalgia ini berlangsung di Utrecht, Belanda. Bobby dan Dody ternyata adalah sahabat lama sejak masa SMP di Kupang sebuah ikatan persahabatan yang kini disatukan kembali oleh rasa bangga atas prestasi anak NTT di kancah global.

“Saya sangat terharu melihat teman kecil saya dari SD Don Bosco dan SMP Frater Kupang kini menjadi figur penting di dunia musik Eropa,” ujar Bobby Lianto.

Dody Soetanto memang bukan nama asing di dunia paduan suara Eropa.

Ia kini menjabat sebagai pendiri sekaligus direktur artistik VOKALISK, ansambel vokal profesional beranggotakan 16 penyanyi dari seluruh Belanda. Ia juga aktif bersama Groot Concertkoor Amsterdam (GCA), Leids Kamerkoor (LKK), dan Vrije Universiteit Koor (VUkoor) kelompok paduan suara bergengsi yang sering tampil di gedung konser kelas dunia.

Jejak kariernya semakin mencengangkan. Pada Opera Forward Festival 2025 yang diselenggarakan oleh De Nationale Opera & Ballet di Amsterdam, Dody memimpin VUkoor dalam pertunjukan perdana dunia opera kontemporer berjudul CODES.

Ia juga turut menyiapkan paduan suara untuk kolaborasi orkestra besar, termasuk dalam pementasan Simfoni Kedua Mahler bersama Het Orkest Amsterdam di Concertgebouw, salah satu gedung konser paling bergengsi di dunia.

Tak hanya sebagai konduktor, Dody juga dikenal sebagai bariton dan pelatih vokal. Ia rutin tampil bersama ansambel barok profesional ConcertoValiante, serta menjadi pembicara utama dalam Kurt Thomas Cursus 2025 di Utrecht salah satu masterclass konduktor paling bergengsi di Eropa.

Perjalanan Dody dimulai dari tanah kelahirannya, Kupang. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di SD Don Bosco IV dan SMP Frater Kupang, ia melanjutkan SMA di SMAK Santo Yusuf Malang, kemudian kuliah di Universitas Katolik Parahyangan Bandung. Impiannya di dunia seni membawanya menempuh studi magister di The Conservatory of Utrecht, Belanda tempat ia kini menetap dan berkarya.

“Saya selalu membawa semangat NTT dalam setiap pertunjukan,” kata Dody saat berbincang dengan Bobby.

“Tanah kelahiran saya mengajarkan kerja keras, kerendahan hati, dan kecintaan pada keindahan semua itu saya tuangkan dalam musik.” Tambahnya.

Kiprah Dody kini bisa diikuti publik melalui media sosialnya di Instagram dan YouTube @dodysoetanto, serta situs resminya www.dodysoetanto.com.

Bagi Bobby Lianto, keberhasilan Dody adalah bukti nyata bahwa anak NTT mampu bersaing dan unggul di tingkat dunia baik di bidang ekonomi, seni, maupun ilmu pengetahuan.

“Dody adalah duta budaya NTT yang tak kalah penting dari duta dagang atau pariwisata,” tegasnya.

Di tengah upaya memperkenalkan NTT ke dunia, kehadiran tokoh seperti Dody Soetanto menjadi pengingat dari Kupang menuju Concertgebouw, impian anak NTT tak punya batas.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *