KAB. TULUNGAGUNG, || RSUD dr. Iskak Tulungagung menerima kunjungan tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) Malang pada Kamis (29/01/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama pendidikan klinis, terutama pada stase Interprofessional Collaboration (IPC) dan Emergency Medicine (EM).
Tim Monev yang dipimpin langsung oleh Dekan FKG UB, Dr. drg. Yuanita Lely Rachmawati, M.Kes, mengawali kunjungan dengan melakukan peninjauan berbagai fasilitas rumah sakit. Beberapa lokasi yang dikunjungi antara lain Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan Public Safety Center (PSC), ruang rawat inap, serta asrama mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung penerapan kolaborasi antarprofesi, khususnya antara dokter gigi dan dokter spesialis lainnya, dalam memberikan pelayanan pasien secara menyeluruh. Proses tersebut dimulai sejak pasien datang ke IGD, menjalani perawatan, hingga proses rawat inap.
Dalam sambutannya, Dekan FKG UB menyampaikan apresiasi kepada RSUD dr. Iskak atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa FKG UB yang sedang menjalani pendidikan profesi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada RSUD dr. Iskak yang telah menerima dan mendukung mahasiswa kami dalam pelaksanaan pendidikan klinis. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Yuanita juga menjelaskan bahwa pemilihan RSUD dr. Iskak sebagai rumah sakit mitra didasarkan pada mutu sistem pelayanan yang dimiliki.
“Kami menilai RSUD dr. Iskak memiliki sistem pelayanan gawat darurat yang terintegrasi serta budaya kolaborasi antarprofesi yang sangat baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap memperoleh masukan terkait capaian kompetensi mahasiswa agar sesuai dengan standar dokter gigi,” jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Iskak, dr. Moch. Ravi Tanwirul Afkara, M.MRS, menegaskan komitmen rumah sakit dalam mendukung seluruh kebutuhan mahasiswa selama menjalani pendidikan klinis.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa FKG UB dan siap mendukung penuh agar proses pendidikan klinis di RSUD dr. Iskak dapat berlangsung secara optimal,” ujarnya.
Ravi menekankan pentingnya stase IPC dan EM bagi mahasiswa kedokteran gigi. Menurutnya, stase EM memberikan bekal keterampilan dalam penanganan awal pasien, sementara stase IPC memungkinkan mahasiswa merasakan langsung praktik kolaborasi antarprofesi melalui kegiatan morning report, orientasi lingkungan, pengenalan tenaga medis, serta interaksi aktif di ruang perawatan dan poliklinik.
Melalui kunjungan ini, diharapkan tercipta keselarasan antara standar pendidikan akademik dengan praktik klinis di lapangan.
“Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus berkesinambungan guna menghasilkan lulusan dokter gigi yang tanggap dalam situasi darurat dan mampu bekerja secara multidisiplin,” tutup Ravi.
(Mil)





