KUPANG, || Sejarah baru pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur resmi tercatat. Provinsi ini kini memiliki Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi swasta untuk pertama kalinya, menyusul terbitnya Surat Keputusan pendirian Program Studi S1 Kedokteran dan Profesi Dokter di Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang.
Surat keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV NTT, Prof. Adrianus Amheka, kepada pimpinan Universitas Citra Bangsa, Rabu (4/2/2026).
“Atas nama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, saya selaku Kepala LLDIKTI Wilayah XV menyerahkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang pendirian Program Studi S1 Kedokteran dan Profesi Dokter di Universitas Citra Bangsa,” ujar Prof Adrianus.

Dengan hadirnya Fakultas Kedokteran UCB Kupang, NTT kini memiliki dua institusi pendidikan kedokteran, setelah sebelumnya hanya Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Universitas Nusa Cendana (Undana) yang menjadi satu-satunya rujukan.
Prof Adrianus menegaskan, pendirian Fakultas Kedokteran di UCB merupakan langkah strategis dan afirmatif untuk menjawab keterbatasan tenaga dokter di NTT yang belum sebanding dengan jumlah penduduk.
“NTT memiliki sekitar 5,6 juta penduduk. Ini membutuhkan upaya yang terencana dan berjenjang untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas dokter,” tegasnya.
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan arahan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Menteri Kesehatan RI dalam mempercepat pemerataan tenaga medis, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah dengan tantangan geografis tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya gotong royong lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia NTT sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Silakan Pak Rektor terus melakukan konsolidasi. Akselerasi mutu harus dijaga—mulai dari pemenuhan logistik, kualitas sumber daya manusia, hingga tata kelola akademik yang baik,” kata Prof Adrianus.
Lebih jauh, ia berharap Fakultas Kedokteran UCB Kupang dapat berkembang menjadi pusat pengembangan teknologi kedokteran dan layanan kesehatan di NTT.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Universitas Citra Bangsa yang dinilai berani mengambil peran strategis membantu pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan kedokteran berkualitas.
“Proficiat kepada Universitas Citra Bangsa. Kehadiran Fakultas Kedokteran ini sangat membantu Pemerintah Kota Kupang dalam mencetak dokter-dokter unggul yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Christian, rasio dokter di NTT—terutama di Kota Kupang—masih belum ideal dibandingkan jumlah penduduk. Karena itu, Fakultas Kedokteran UCB diharapkan menjadi jembatan akademik yang kokoh dalam menghasilkan tenaga medis profesional.
“Investasi terbaik sebuah daerah adalah investasi pada sumber daya manusianya. Ilmu kedokteran berada di persimpangan ilmu pengetahuan, iman, dan pelayanan,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat NTT untuk mempercayakan pendidikan putra-putri mereka di Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa sebagai bagian dari upaya bersama membangun fondasi kesehatan dan sumber daya manusia unggul di daerah.
Dengan diresmikannya Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa Kupang, NTT memasuki babak baru—bukan hanya memperluas akses pendidikan kedokteran, tetapi juga memperkuat harapan akan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkeadilan di kawasan timur Indonesia.
(Desy)






