SABU RAIJUA, NTT, || Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) resmi membentuk Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PWMOI Kabupaten Sabu Raijua, dengan menetapkan Aprison Haga sebagai ketua. Pembentukan ini menjadi langkah strategis penguatan organisasi pers online di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur.
Penetapan Aprison Haga sebagai Ketua DPC PWMOI Sabu Raijua dilakukan melalui proses pembentukan pengurus dan disepakati sebagai upaya menghadirkan wadah resmi bagi wartawan media online yang profesional, independen, dan bertanggung jawab di daerah tersebut.
Pembentukan DPC PWMOI Sabu Raijua merupakan bagian dari percepatan pembentukan cabang PWMOI di Provinsi NTT, yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kabupaten dan kota untuk memperluas perlindungan serta penguatan kapasitas jurnalis daerah.
Hingga saat ini, PWMOI Provinsi NTT telah membentuk 11 DPC, yakni di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Alor, Ende, Lembata, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Sabu Raijua.
Ketua PWMOI Provinsi NTT, Andre Lado, S.H., menegaskan bahwa pembentukan DPC di daerah bertujuan menjadikan PWMOI sebagai motor penggerak pers online yang sehat serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat.
PWMOI sendiri merupakan organisasi pers resmi yang menaungi wartawan media online di Indonesia, dengan visi membangun jurnalisme yang profesional, kritis, konstruktif, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Sebagai Ketua DPC PWMOI Sabu Raijua, Aprison Haga menyatakan komitmennya untuk menjadikan organisasi ini sebagai rumah besar bagi insan pers lokal yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Ia juga menegaskan kesiapan PWMOI Sabu Raijua untuk menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta seluruh pemangku kepentingan demi menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang bagi masyarakat.
“Organisasi pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan pengawal proses pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Aprison Haga.
Andre Lado menambahkan, PWMOI Sabu Raijua diharapkan fokus pada peningkatan kompetensi wartawan melalui pelatihan jurnalistik, penguatan etika profesi, serta perluasan jaringan pemberitaan yang berdampak positif bagi demokrasi dan pembangunan lokal di Kabupaten Sabu Raijua.
(Ms)






