Radar GSJA SMART 1 NTT Tegaskan Penguatan Misi, Soliditas Pelayanan, dan Regenerasi Kepemimpinan

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Mengangkat tema “GSJA yang Relevan, Sehat, Kuat, dan Berdampak” sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 2:41–47, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) SMART 1 NTT sukses menyelenggarakan Rapat Daerah (Radar) ke-IV di Hotel Harper Kupang pada 18–20 November 2025.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tiga hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat arah pelayanan, memilih pengurus baru, serta mengokohkan konsolidasi misi gereja guna menjangkau lebih banyak jiwa dan memperluas karya pelayanan hingga ke luar negeri.

Badan Pengurus Pusat GSJA, Pdt. Dr. Gatut Budiyono, M.Div menegaskan bahwa tugas utama para pelayan injil adalah bekerja keras menjadikan semua bangsa sebagai murid Tuhan dan hidup sepenuhnya sesuai firman. Ia menekankan bahwa mandat pemuridan harus diperluas untuk menjangkau sebanyak mungkin orang sesuai amanat Yesus Kristus.

Gatut menambahkan, apabila NTT melahirkan banyak murid Kristus, bukan mustahil pelayanan dari Provinsi ini akan meluas hingga ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri melalui misionaris-misionaris baru.

Terkait pelantikan pengurus baru, Gatut menyatakan keyakinannya bahwa mereka mampu merealisasikan ajaran yang telah ditanamkan dengan penuh integritas.

“Saya yakin jika mereka berusaha sekuat tenaga, akhirnya akan ada banyak hati yang terbuka bagi Tuhan Yesus bahkan menjadi promotor firman Tuhan di daerah lain dan juga di luar negeri,” ujarnya.

Ketua BPD SMART 1 NTT terpilih, Jason Gracely Adu, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dari BPP, BPD, serta para pelayan injil yang telah memberi kepercayaan kepadanya untuk memimpin selama tiga periode. Ia mengaku tidak ada yang kebetulan dalam pencalonannya karena sebelumnya ia berulang kali menolak untuk maju.

“Dari periode kemarin saya sudah diminta dan saya menolak. Saya baru terima sekitar dua bulan lalu. Saya menerima setelah ada tanda dari Tuhan. Kemungkinan saya memberanikan diri untuk maju, dan itu bukan lagi kemungkinan tapi itu dari Tuhan,” ungkapnya.

Gracely menegaskan kesiapannya untuk mendukung penuh pelayanan, bekerja keras, dan sepenuh hati memberikan yang terbaik bagi tugas gerejawi.

Ia meyakini Tuhan sedang bekerja di mana pun di NTT bahkan di seluruh dunia sebagaimana tertulis dalam Alkitab bahwa tuaian sudah menguning, sehingga yang menjadi pertanyaan adalah kesiapan pelayan untuk menuai.

“Saya melihat langsung orang yang dipakai Tuhan dan tidak ada yang malas. Kalau kita mau lihat Tuhan bekerja, salah satunya kita harus bekerja keras karena Tuhan benci pemalas. Tuhan sendiri bekerja sebagai tukang kayu,” tegasnya.

Menurutnya, untuk menyambut penuaian besar, para pelayan harus memiliki mental pekerja yang tekun dan tidak mudah menyerah.

“Kita bekerja terus sampai kita capek, kita tidak berhenti, dan kita terus bekerja,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesatuan hati dalam pelayanan.

“Mari kita saling mendukung dan saling bersinergi. Jika kita mau melihat kuasa itu turun, karena jika tidak ada kesatuan, segala pengetahuan kita nol,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Radar GSJA SMART 1 NTT, Pdt. Sriyani P. Manu, S.Th, menjelaskan bahwa panitia telah bekerja sejak April dengan dukungan BPD dan seluruh pihak hingga kegiatan dapat berjalan lancar.

Radar ini juga menetapkan Badan Pengurus Daerah GSJA NTT periode 2025–2028 dengan jumlah peserta yang hadir mencapai 224 orang.

Sri mengapresiasi para sponsor dan semua pihak yang turut menyukseskan acara melalui dukungan moril maupun materi. Ia menyebut pekerjaan panitia dapat terselesaikan karena doa dan puasa bersama.

“Banyak perbedaan ide dan pendapat bisa diatasi hanya dengan doa sehingga semuanya selesai,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Wilayah NTT 1 SMART mencakup 176 gereja yang tersebar di Semau (1 wilayah), Rote (3 wilayah), dan Timor (14 wilayah), dengan total 18 wilayah pelayanan.

Sri yang juga Sekretaris BPD SMART NTT terpilih menambahkan bahwa para pendeta penuh, pendeta muda, dan pendeta pembantu memiliki hak suara penuh, sementara syarat menjadi pengurus daerah adalah pendeta penuh minimal dua tahun dan memenuhi kriteria yang ditentukan.

Selama tiga hari kegiatan, rangkaian acara mencakup pemilihan yang dipimpin presidium, laporan pertanggungjawaban pengurus lama, pemilihan pengurus baru, serta kegiatan warna sari pada hari terakhir.

Menutup penyelenggaraan, Sri mengumumkan bahwa ke depan akan dibentuk Departemen Media Sosial yang bertugas mengabarkan kegiatan positif dan memperkenalkan GSJA secara lebih luas kepada publik.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *