Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat PGRI di Kupang

Caption : Ribuan peserta PGRI NTT di tengah hujan deras jadi sorotan. 10.000 peserta padati rute jalan sehat dan kembali ke UPG 1945 NTT.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Ribuan guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan tumpah ruah memenuhi ruas Jalan Frans Seda, Kota Kupang, Sabtu (14/11/2025) sore.

Bacaan Lainnya

Arus manusia berkaos putih bertema HGN dan PGRI itu mengalir seperti sungai panjang yang tak putus, menandai dimulainya rangkaian perayaan Hari Guru Nasional (HGN) ke-30 dan HUT ke-80 PGRI.

Kegiatan Jalan Sehat yang digelar PGRI NTT ini dilepas langsung oleh Ketua PB PGRI NTT, Dr. Semuel Haning di halaman kampus UPG 1945 NTT. Dari titik start yang sama, para peserta kemudian bergerak menyusuri rute kota yang ramai di penghujung pekan.

Barisan peserta bergerak menuju Gereja Asumpta, melintasi jalanan padat di Frans Seda, lalu berputar di Bundaran Patung Kirab sebelum kembali ke arah Bundaran Tirosa. Lintasan sepanjang beberapa kilometer itu kembali bermuara di kampus UPG 1945 NTT sebagai garis akhir.

Di sepanjang jalan, para guru tampak menyatu dalam gelombang langkah yang sama. Kaos seragam dan atribut HGN menjadi simbol kebersamaan, sebuah pesan senyap bahwa profesi pendidik tetap menjadi penopang masa depan generasi.

Ketua Panitia Pelaksana, Ulfianti Toele, mengatakan cuaca tak bersahabat sempat mengancam jalannya kegiatan. Namun, antusiasme para guru dan siswa tak surut sedikit pun.

“Bahkan dari Kabupaten Kupang, jauh-jauh dari Sulamu, juga turut berpartisipasi. Luar biasa,” ujarnya selepas kegiatan.

Ia menyebut, gairah besar itu menjadi catatan tersendiri dalam sejarah penyelenggaraan HUT PGRI di NTT. Tidak pernah sebelumnya partisipasi sebesar ini terlihat dalam agenda serupa. Tahun 2026, kata Ulfianti, kegiatan yang sama akan kembali digelar.

PGRI, lanjutnya, ingin semakin dekat dengan masyarakat. “Kita ingin memperkenalkan PGRI melalui kegiatan outdoor agar masyarakat melihat PGRI hadir di tengah mereka, dan semakin mencintai organisasi ini,” katanya.

Selain Jalan Sehat, panitia juga menyiapkan lomba paduan suara dan tarian foti yang akan digelar pada 19 November 2025 di Taman Budaya Kota Kupang. Tarian foti yang hampir punah itu mulai dihidupkan kembali. “Puji Tuhan sudah ada lima pendaftar,” ujarnya.

Ketua PB PGRI NTT Dr. Semuel Haning menilai kegiatan kali ini sebagai momentum kebangkitan semangat kebersamaan guru. Ia menyampaikan terima kasih kepada panitia dan aparat kepolisian.

“Kurang lebih 10 ribu orang hadir. Ini luar biasa,” ujarnya.

Ia memastikan Jalan Sehat PGRI akan menjadi agenda tahunan, bagian dari perayaan HGN dan HUT PGRI di NTT. Untuk puncak perayaan 25 November 2025, PGRI menargetkan 15 ribu peserta hadir, termasuk guru, simpatisan, serta pemerintah daerah.

“Kita akan mempersiapkan dengan baik, demi kepercayaan masyarakat dan pemerintah kepada PGRI,” kata Semuel.

Ia menegaskan pula bahwa ajang-ajang peningkatan kompetensi guru, termasuk penghargaan bagi guru berprestasi, akan diperkuat.

Di penghujung kegiatan, Semuel menyampaikan pesan yang menggema kuat
sebuah pengingat akan asal-muasal tiap profesi.

“Mari melawan lupa atas jasa para guru. Guru tidak pernah meminta menjadi pahlawan, tapi guru menciptakan pahlawan. Tanpa guru, kita tidak jadi apa-apa. Hidup guru,” tegasnya.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *