Katering CV Dapur Mandiri Disorot Usai Kasus Keracunan Massal Siswa

SERGAP.CO.ID

SUMBA BARAT DAYA, || Sejumlah siswa dari SMA Manda Elu dan SMAN St. Alfonsus dilarikan ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala diduga keracunan makanan yang berasal dari paket makan bergizi (MBG) yang disediakan oleh CV Dapur Mandiri. Selasa 11 November 2025.

Bacaan Lainnya

Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu pada Senin, 10 November 2025, berupa daging ayam dan sayuran. Sejumlah siswa mengaku makanan tersebut berbau tidak sedap dan memiliki rasa yang tidak wajar sebelum dikonsumsi.

Gejala yang dialami para siswa meliputi sakit perut, pusing, dan muntah. Pihak sekolah segera mengambil tindakan dengan membawa para korban ke Rumah Sakit Karitas, Rumah Sakit Pratama Reda Bolo, dan Puskesmas Watu Kawula untuk penanganan medis.

Salah seorang siswi dari SMAN St. Alfonsus bahkan harus dirujuk ke RSUD Waikabubak karena gejala yang dialami cukup serius. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah total siswa yang terdampak.

Data sekolah mencatat bahwa SMA Manda Elu memiliki 582 penerima MBG, sementara SMAN St. Alfonsus memiliki 575 siswa penerima program serupa. Namun, pihak sekolah mengaku belum dapat memastikan jumlah yang benar-benar terdampak akibat situasi yang berlangsung dalam kondisi panik.

Kepala SPPG, No Muda, yang berada di lokasi penanganan, menyatakan belum dapat memberikan keterangan resmi. Ia menegaskan akan menyampaikan pernyataan setelah kondisi seluruh siswa korban dinyatakan stabil.

Sementara itu, pihak CV Dapur Mandiri selaku penyedia makanan belum memberikan tanggapan terkait kejadian ini. Upaya konfirmasi oleh media belum memperoleh jawaban hingga berita ini diturunkan.

Kasus ini semakin menyoroti pentingnya pengawasan kualitas makanan dalam program MBG di wilayah Sumba Barat Daya. Masyarakat dan pihak sekolah berharap adanya evaluasi serta penanganan cepat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sumber: Eman
(Editor : Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *