KAB. SUMEDANG, || Forum Peduli Ciranggem bersama warga menyampaikan aspirasi dan keluhan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) dalam pertemuan terbuka di Balai Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Sabtu (27/9/2025).
Hadir dalam pertemuan tersebut Pemerintah Desa Ciranggem, Babinkamtibmas, Babinsa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta sejumlah tokoh masyarakat.
Warga mempertanyakan transparansi penyaluran bansos seperti BPNT, PKH, dan PKH lansia, yang dinilai belum sepenuhnya merata dan transparan.
Forum Ciranggem mengungkapkan telah menerima salinan rekap data pencairan dari bank penyalur yang disampaikan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Rekapan tersebut didokumentasikan sebagai data resmi oleh forum.
Dari data sementara, sebanyak 43 KPM mengeluhkan adanya kejanggalan dalam pencairan dana bansos dengan total nilai diperkirakan lebih dari Rp100 juta sepanjang tahun 2025.
“Ini data awal. Dari 43 KPM saja sudah mencapai seratus juta lebih. Tidak menutup kemungkinan jumlah yang dirugikan bisa bertambah,” jelas perwakilan Forum Ciranggem.
Ia menambahkan, masyarakat kini dapat mengakses data penerima bansos melalui aplikasi resmi secara digital.
“Di era digital seperti sekarang, ada aplikasi yang dapat diakses oleh siapa pun, termasuk untuk melihat nama penerima bansos seperti BPNT dan PKH,” ujarnya.
Forum juga berharap pemerintah desa memberikan edukasi menyeluruh kepada masyarakat agar tidak takut menyampaikan keluhan atau memperjuangkan hak mereka, serta meminta agar dana bansos yang menjadi hak masyarakat segera diberikan.
Menanggapi keluhan warga, menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mitra Usaha Baru, menyatakan telah menemukan dan mengambil tindakan tegas terhadap oknum pegawai yang diduga melakukan penyelewengan dana bansos.
Menurut pengurus BUMDes, oknum pegawai tersebut mentransfer dana bansos milik beberapa penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) langsung ke rekening pribadi yang bukan rekening resmi untuk transaksi BUMDes di BRILink Mitra Usaha Baru.
“Setelah pengecekan data melalui cetak rekening koran pribadi atas nama ‘C’ ditemukan total nominal sebesar Rp21.700.000 yang ditransfer langsung dari 48 kartu KKS penerima KPM ke rekening pribadi tersebut,” jelas perwakilan BUMDes.
Pengurus BUMDes menegaskan bahwa tindakan tersebut terjadi di luar kendali lembaga dan mereka mengapresiasi laporan dari Forum Ciranggem yang memungkinkan pengungkapan masalah ini.
Saat ini, oknum pegawai tersebut telah diberhentikan dari jabatannya dan telah melakukan pertanggungjawaban secara pribadi dengan mengembalikan dana bantuan kepada masing-masing penerima sesuai jumlah yang ditemukan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas laporan dari Forum Ciranggem sehingga kasus ini dapat segera ditindaklanjuti. Kami berharap transparansi dan akuntabilitas akan terus dijaga dalam penyaluran bansos ke depan,” tambah pengurus BUMDes.
Kepala Desa Ciranggem, Karman Hermawan, menyampaikan apresiasi atas aspirasi warga dalam forum tersebut dan berterima kasih kepada Forum Peduli Ciranggem atas aspirasi yang disampaikan.
“Kami berterima kasih kepada warga dan Forum Ciranggem. Pemerintah Desa berkomitmen akan menyelesaikan masalah ini sebaik-baiknya,” katanya.
Ia menegaskan Pemerintah Desa akan bekerja sama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk mencari solusi terbaik agar penyaluran bansos ke depan dapat berjalan transparan.
“Kami berharap permasalahan ini segera terselesaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ciranggem,” pungkasnya.
(Yas)






