Dari Jualan Kue Keliling ke Senayan: Spirit Perjuangan Usman Husin

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Masa kecil Usman Husin tak seperti anak-anak lain di kampungnya. Masih terekam jelas dalam ingatannya, sepulang sekolah ia harus membantu ibunya berjualan kue keliling Kota Baa. Lahir di tengah keluarga sederhana di pesisir Metina, pengalaman itu menempanya untuk mengerti arti kerja keras sejak dini.

Bacaan Lainnya

Spirit perjuangannya yang tak pernah berhenti, dengan slogan “Sejahteralah Rakyat dan Negeriku”, kini menjadi buah bibir masyarakat Rote Ndao. Dari pedagang kecil, kuli bangunan, tukang ojek, penyadap lontar, penggarap ladang, nelayan pesisir, hingga penggembala hewan di padang gersang, semuanya menyebut nama yang sama: Usman Husin.

Mereka menilai ada sosok anak negeri yang punya hati tulus, santun, dan elegan. Cinta kasihnya pun seakan menembus “kilauan warna pelangi.”

Figur yang tak banyak bicara itu justru menyimpan sejuta misteri. Bagaikan air tenang yang tak berbuaya, namun naluri kemanusiaannya terus bergelora.

Kepekaannya tak pernah padam. Ia selalu mampu “meneropong” penderitaan yang dialami masyarakat, sejauh langkah menapak di tanah gersang Rote Ndao. Dari situlah ia menyalurkan energi perjuangan yang berpihak pada rakyat kecil.

Alih-alih merasa terbebani dengan masa lalunya, pengalaman itu justru menjadi guru kehidupan. Usman belajar bahwa hidup ini butuh pengorbanan dan perjuangan. Dari sinilah ia tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, pekerja keras, dan selalu peduli terhadap sesama.

Ketika dipercaya masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya Rote Ndao, untuk duduk sebagai legislator di Senayan Jakarta, Usman tidak sekadar menjadi “penonton di tribun yang hanya berteriak.” Ia memilih diam, lalu bekerja. Dari kerja kerasnya, hasil pertanian masyarakat meningkat, nelayan lebih sejahtera, dan cara bercocok tanam pun kini lebih modern.

Di balik capaian itu, Usman tetap rendah hati. Ia menyadari bahwa perjuangan tidak pernah selesai. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat tani dan nelayan yang selama ini terpinggirkan.

Usman, yang beristrikan salah satu putri asli eks Nusak Ti, keturunan pulau leluhur Ndana, terus memegang teguh komitmennya sebagai aspirator rakyat kecil. Sebagai politisi petarung, ia hanya punya satu prinsip: lakukan yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan.

“Selagi mulut masih bisa bersuara, langkah masih dapat berjalan, dan tangan tidak pernah diam, maka perjuangan tidak boleh berhenti,” ujarnya suatu ketika kepada masyarakat yang ia temui.

Kini, di mata rakyat Rote Ndao, Usman Husin bukan sekadar politisi. Ia adalah simbol harapan, cermin perjuangan, dan sahabat sejati bagi mereka yang setiap hari berjuang dari ladang, laut, hingga pasar rakyat.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *