PENE SELATAN, || Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, David Imanuel Boimau, A.Md, mengaku terharu dengan sambutan masyarakat Desa Pene Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), saat menghadiri perayaan HUT ke-80 RI. Ia disambut meriah dengan drumband dan tarian adat sejak awal hingga penutupan acara.
“Sebagai wakil rakyat, saya sangat senang dan merasa diterima secara luar biasa oleh panitia maupun masyarakat. Semangat inilah yang harus terus kita jaga sebagai warisan perayaan kemerdekaan,” ungkap Boimau.
Kehadirannya, menurut Boimau, bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga wujud dukungan sekaligus partisipasi dalam mensponsori berbagai kegiatan yang digelar masyarakat. Ia menilai, antusiasme warga menjadi bukti kuatnya semangat persatuan di tengah keterbatasan yang ada.
Beragam kegiatan turut memeriahkan HUT RI kali ini, mulai dari pertandingan bola voli, sepak bola mini, gerak jalan, hingga pertunjukan tarian adat. Bagi Boimau, ajang ini bukan hanya hiburan, melainkan sarana melestarikan budaya serta mempererat kebersamaan lintas generasi.

Ia menegaskan, keterbatasan listrik, ekonomi, maupun pangan tidak boleh mengurangi semangat masyarakat untuk merayakan hari kemerdekaan. “Kegiatan ini menyadarkan kita bahwa pembangunan bisa diisi lewat kemeriahan dan rasa syukur, bukan hanya lewat hal-hal besar,” ujarnya.
Sebagai anak desa, Boimau mengaku bangga melihat perubahan yang terjadi di kampung halamannya. Namun, ia mengingatkan bahwa nilai persaudaraan tetap harus dijaga.
“Persaudaraan itu penting, karena meskipun pembangunan berjalan, kalau ikatan kekeluargaan luntur, maka kampung akan kehilangan jiwanya,” katanya.
Boimau juga berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi tradisi tahunan. Ia berkomitmen menggandeng anak-anak muda asal Pene Selatan yang sukses di perantauan, maupun desa tetangga, agar acara ini terus berlangsung lebih meriah di masa depan.
Dalam lomba gerak jalan khusus lansia, hadiah utama berupa uang tunai diberikan sebagai bentuk penghargaan. Namun Boimau menekankan bahwa nilai hadiah bukanlah hal utama.
“Bagi saya, hadiah itu cukup sebagai penyemangat. Nilai bukan ukuran utama, melainkan kebersamaan yang dibangun,” tuturnya.
Ke depan, ia siap mendukung berbagai kegiatan serupa di desa-desa lain di TTS. Menurutnya, setiap inisiatif masyarakat yang membawa dampak positif layak mendapat dukungan tanpa memandang besar kecilnya acara.
“Dimanapun dibutuhkan, saya pasti hadir. Yang penting bisa memberi dampak baik dan mendorong masyarakat untuk terus bergerak maju,” tambahnya.
Boimau pun menilai, perayaan HUT RI di tengah efisiensi anggaran justru bisa menjadi pemicu kreativitas. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada.
“Dari apa yang ada di sekitar kita, bisa lahir semangat cinta tanah air dan kebangkitan dari keterburukan,” tandasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Boimau melihat bahwa Pene Selatan telah menunjukkan semangat kemerdekaan yang sejati yakni semangat syukur, kebersamaan, dan cinta tanah air di tengah segala keterbatasan.
(Dessy)





