KAB. PESSEL, || Ali Asman Rajo Endah, SE, Anggota DPRD dari Fraksi Golkar Kabupaten Pesisir Selatan mendesak terhadap PLTMH Bayang Nyalo untuk segera melakukan normalisasi sungai yang mengecil akibat dari aktifitas dilakukan.
Kunjungan Ali Asman Rajo Endah SE, bersama Tim, juga hadir Mulyadi anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi PKB.
“Ya, akibat pembuangan tumpukan galian material yang dilakukan oleh PLTMH Bayang Nyalo kedalam sungai, akibatnya aliran sungai menjadi sempit, dan kami minta segera lakukan normalisasi sungai,’ ujar Ali Asman Rajo Endah SE saat dihubungi media ini, Rabu (30/7).
Dikatakan Ali Asman Rajo Endah, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan Fraksi Golkar Dapil 2 yang juga putra asal Kecamatan Bayang, menilai, aktivitas yang dilakukan oleh PLTMH Bayang Nyalo dahulunya saat masa reses tahun 2024-2025 sudah kita ingatkan.
“Sudah kita peringati, bahwa aktivitas PLTMH Bayang Nyalo sangat berbahaya terhadap masyarakat, saat masa reses tahun 2024-2025 kemarin sudah kita peringati, bahkan saat itu hadir pihak PLTMH,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan Ali Asman, hasil dari tinjauan dilapangan kita kemarin bersama Dinas Perkimtan Pessel dan SDA BKB Provinsi Sumbar aktivitas PLTMH Bayang Nyalo tidak hanya merusak lingkungan, juga dapat mengakibatkan keselamatan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Batang Bayan tersebut.
“Kemarin kita sudah tinjau lokasi, bersama Dinas Perkimtan Pessel dan SDA BKB Provinsi Sumbar, kunjungan kemarin tersebut terlihat aksi yang dilakukan sudah sangat meresahkan masyarakat,” kata Ali Asman
Politisi Partai Golkar itu yang juga merupakan putra asal Kecamatan Bayang menegaskan, bahwa persoalan aktivitas PLTMH Bayang Nyalo tidak bisa dilihat hanya dari batas administratif wilayah. Bila aktivitas tersebut berdampak terhadap kerusakan lingkungan dan mengancam keselamatan masyarakat, maka wajib dihentikan tanpa kompromi.
“Ya, apapun dalih dari BKSDA, masyarakat Pessel meminta agar aktivitas pembalakan liar di hulu Sariak Bayang segera dihentikan. Kita bicara soal keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” tutupnya.
(Wempi Hardi)






