Ketum Kadin NTT: Retreat Pengusaha Pejuang Jadi Momentum Konsolidasi Nasional

SERGAP.CO.ID

JAKARTA, || Pengusaha dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan mengikuti kegiatan retreat nasional di Magelang, Jawa Tengah, pada 8–10 Agustus 2025. Kegiatan ini akan diikuti oleh 150 pimpinan tertinggi Kadin, termasuk 38 Ketua Umum Kadin provinsi, salah satunya Ketua Umum Kadin Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Retreat ini menjadi yang pertama dalam sejarah Kadin digelar bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Kegiatan ini mengusung tema “Pengusaha Pejuang, Pejuang Pengusaha”, yang mencerminkan sinergi antara kekuatan ekonomi dan ketahanan nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan bahwa seluruh peserta akan mengenakan seragam loreng khas Kadin dan akan diterbangkan ke Magelang menggunakan pesawat Hercules.

“Ini simbol semangat juang kita sebagai pengusaha yang juga pejuang pembangunan nasional,” katanya.

Kegiatan retreat ini mengingatkan publik pada tradisi pemerintah menggelar pembekalan serupa bagi para menteri dan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang. Bedanya, kali ini pengusaha dari berbagai sektor industri menjadi peserta utama.

Anindya menyambut positif agenda ini. Ia menyebutkan bahwa retreat ini penting untuk menyatukan visi para pemimpin Kadin daerah agar program kerja bisa selaras hingga ke tingkat kabupaten/kota.

” Kami di NTT punya tantangan sendiri. Dengan retreat ini, kami bisa membawa inspirasi baru untuk diterapkan di daerah,” ujarnya.

Retreat juga menjadi ajang konsolidasi internal, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat. Dalam konteks ini, Kadin menjadi mitra penting dalam menyukseskan program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan rumah murah berbasis Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Saat ini, Kadin sedang membangun seribu dapur umum MBG yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setidaknya 50 persen dari target itu sudah tercapai. Ketum Kadin NTT menyebut, wilayah timur Indonesia juga siap berkontribusi lebih besar dalam inisiatif tersebut.

Tak hanya itu, Kadin juga akan dilibatkan dalam pengembangan koperasi desa Merah Putih dan proyek rumah murah tipe 36 dengan skema KUR hingga Rp 5 miliar. Program ini memungkinkan kontraktor UMKM membangun 40 unit rumah dengan harga terjangkau.

Anindya menegaskan pentingnya kreativitas dan inisiatif lokal dalam menyukseskan berbagai agenda ini.

“Teman-teman Kadin di seluruh provinsi, termasuk dari NTT, harus berpikir kreatif untuk menjawab tantangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto menyampaikan bahwa mengikuti program Reat-Reat Lemhannas merupakan pengalaman yang tidak akan terulang dan sangat berharga baginya.

Ia memastikan akan turut serta dalam kegiatan ini karena meyakini pentingnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan bagi seorang entrepreneur.

Menurutnya, seorang pemimpin tidak hanya dituntut cakap dalam berbisnis, tetapi juga harus memiliki wawasan kebangsaan dan berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional.

Melalui pendidikan yang menitikberatkan pada kepemimpinan, dinamika geopolitik, dan geostrategis, Bobby berharap dapat memperdalam rasa cinta tanah air dan bangsa.

Ia menegaskan peran penting pengusaha dalam membangkitkan perekonomian daerah sekaligus nasional. Baginya, menjadi pelaku usaha bukan semata soal keuntungan, melainkan juga menjadi agen perubahan yang berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

Dengan semangat gotong royong dan nasionalisme, retreat ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kadin sebagai lokomotif ekonomi nasional. Dari Magelang untuk Indonesia, pengusaha-pejuang siap bergerak membawa perubahan.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *