TOKYO, || Seorang pengkhotbah cilik asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Jaden Lianto (12), mencuri perhatian jemaat dan komunitas Kristen Indonesia di Jepang usai menyampaikan firman Tuhan dalam ibadah Minggu di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Japan, yang berlokasi di kawasan strategis Shibuya, Tokyo, Jepang (7/7).
Didampingi oleh ayahnya, Bobby Lianto, yang juga dikenal sebagai Ketua Umum KADIN NTT, Jaden menyampaikan pesan yang menggugah jiwa dengan tema unik: “100 – 1 = 0.”
Kehadiran Jaden di mimbar utama GBI Japan menjadi sorotan tersendiri. Di hadapan jemaat yang didominasi oleh anak-anak muda Indonesia yang bekerja dan bersekolah di Jepang, Jaden menyampaikan renungan yang mengangkat isu spiritual dan emosional yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“100 – 1 = 0 bukan kesalahan hitung, tetapi sebuah sindiran terhadap sifat manusia yang kerap melupakan kebaikan hanya karena satu kesalahan,” kata Jaden dalam khotbahnya.
Dengan gaya komunikatif dan penguasaan materi yang matang, ia menekankan bahwa meskipun seseorang telah berbuat 100 kebaikan, sering kali satu kesalahan membuat kita melupakan semuanya.
“Ini adalah refleksi tentang bagaimana kita bersikap terhadap sesama. Tuhan ingin kita belajar untuk tidak hanya mengingat yang buruk, tapi bersyukur atas setiap kebaikan yang telah terjadi dalam hidup kita,” tambahnya.
Pesan ini disampaikan Jaden dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan langsung oleh ayahnya di depan mimbar.
Lebih jauh, Jaden mengajak jemaat untuk memaknai penderitaan sebagai bagian dari proses Tuhan dalam membentuk karakter dan iman.
Ia menekankan pentingnya bersyukur dalam segala hal, bahkan dalam masalah.
“Terkadang kita tidak mengerti maksud Tuhan saat menghadapi tantangan, tapi selalu ada berkat yang menanti di balik setiap pergumulan,” ujar Jaden.
Dalam sesi akhir khotbah, Jaden menyerukan kepada seluruh jemaat untuk terus “menghitung berkat Tuhan” (Count Your Blessings) sebagai bentuk latihan rohani untuk tetap mengingat kasih dan kebaikan Tuhan.
“Dengan terus mengingat berkat-Nya, kita belajar menjadi pribadi yang bersyukur dan bertumbuh dewasa dalam iman,” tuturnya.
Kehadiran Jaden disambut antusias oleh jemaat dan komunitas Kristen di Jepang. Banyak yang terinspirasi oleh pesan mendalam yang disampaikan anak berusia 12 tahun ini. Penampilannya dianggap tidak biasa, mengingat kedalaman firman yang dibawakan serta cara penyampaian yang komunikatif dan relevan.
Untuk diketahui, Jaden adalah anak sulung dari pasangan Bobby Lianto dan Yuliana Nesya Angelina. Ia mulai berkhotbah sejak usia 9 tahun dan telah diundang untuk melayani di berbagai kota di Indonesia dan luar negeri, termasuk Australia, Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. Tahun depan, ia dijadwalkan untuk menyampaikan firman Tuhan di Los Angeles, Amerika Serikat.
Kehidupan Jaden menjadi bukti bahwa usia bukan halangan untuk dipakai Tuhan. Melalui pelayanannya, ia telah menjadi teladan bagi banyak anak muda dan remaja Kristen bahwa siapa pun bisa menjadi alat Tuhan, asal memiliki hati yang mau taat dan terbuka.
(Dessy)






