SUMBA TENGAH NTT, || Bupati Sumba Tengah,Drs. Paulus S.K.Limu,memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang digelar di lapangan apel kantor Bupati Sumba Tengah.Apel diikuti oleh Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, Asisten pada Sekretariat Daerah, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat Struktural, Pejabat Fungsional, staf ASN, PPPK, serta tenaga kontrak daerah. Senin 23/6/2025.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paulus Limu menegaskan pentingnya peran serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumba Tengah untuk aktif berpartisipasi melalui aksi bela rasa dalam penanggulangan permasalahan sosial dan kesehatan masyarakat. Khususnya terkait isu ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi buruk, balita 2T (tidak tumbuh dan tidak berat badan tidak naik), serta kondisi underweight.
Bupati menyampaikan bahwa berdasarkan Surat Keputusan Bupati yang telah ditetapkan penanganan ibu hamil dan balita kurang gizi harus menjadi tanggung jawab bersama pimpinan OPD dan staf. Koordinasi serta integrasi sinergis harus dilakukan bersama PKK kecamatan dan desa, termasuk aparat desa. Data menunjukkan terdapat 4.415 ibu hamil dan bayi dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), serta 1.007 anak balita stunting.
Penanganan dini melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sangat penting untuk mencegah peningkatan angka balita stunting yang saat ini diperkirakan bisa bertambah menjadi 4.000 anak. Oleh karena itu, Bupati mengajak seluruh ASN untuk menunjukkan ketulusan, keikhlasan, dan partisipasi melalui aksi bela rasa dan bela kasih sesuai kemampuan masing-masing.
Bupati Paulus juga menegaskan bahwa jika setiap ASN dapat membantu menangani seorang balita stunting, maka bersama-sama akan tercipta perubahan yang signifikan. “Jika kita bantu mereka, pribadi kita pun akan merasakan kebahagiaan karena belas kasih dan bela rasa,” ujarnya.
Selain itu, Bupati menginformasikan bahwa asupan kalori per kapita di Sumba Tengah telah meningkat menjadi 2.600 kalori, melebihi standar nasional. Hal ini harus disampaikan secara intensif kepada ibu hamil dan ibu menyusui yang mengalami KEK agar kesehatannya terjaga dengan baik.
(Ss)






