KAB SUKABUMI, || Komunitas Muda Visioner Penggerak Nasional (MVPN) sukses menggelar Sukabumi Economic Summit (SES) 2025 pada Kamis, 22 Mei 2025, di Main Hall, Campus Bina Sarana Informatika Sukabumi. Konferensi tahunan ke-23 ini fokus pada penguatan ekonomi berbasis inovasi lokal, mengusung tema “Sustainable Export Strategy: Penetrating Global Market with Local Innovation and Excellence”. Acara ini menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM untuk mengeksplorasi peluang ekspor melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Ketua MVPN Indra A. Oktariawan menegaskan, “Forum ini dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM dalam menembus pasar global. Sinergi dengan Kementerian Perdagangan RI, International Chamber of Commerce (ICC), dan RedDoorz Indonesia menjadi kunci untuk membuka akses ke jaringan internasional.”
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang hadir membuka acara, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas. “Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas adalah pondasi untuk membangun ekonomi Sukabumi yang inklusif dan berdaya saing global,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang memadati aula kampus.
Bobby juga menggarisbawahi pentingnya transformasi digital dan prinsip keberlanjutan. “Digitalisasi bukan sekadar alat bantu, tapi jembatan langsung ke konsumen dunia. UMKM harus mengadopsi teknologi dan praktik ramah lingkungan agar produknya diterima pasar internasional,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut konkret, Pemerintah Kota Sukabumi akan melakukan kurasi terhadap 100 UMKM potensial, khususnya di sektor kuliner, mulai Juli 2025. Produk terpilih akan mendapat dukungan promosi melalui video profil usaha yang ditayangkan di platform media sosial resmi Pemkot Sukabumi. “Ini upaya rebranding agar UMKM kita tak hanya dikenal lokal, tetapi siap bersaing di kancah global,” tambah Bobby.
Acara yang dihadiri 500 peserta dari kalangan pelaku usaha, akademisi, dan perwakilan lembaga internasional ini juga menghadirkan sesi workshop pengembangan produk, strategi pemasaran digital, serta simulasi ekspor. Main Hall Campus Bina Sarana Informatika dipilih sebagai lokasi untuk mendukung atmosfer kolaboratif antara dunia pendidikan dan praktisi bisnis. Harapannya, langkah ini dapat menjadi pemicu percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis lokal yang berkelanjutan.
Sukabumi Economic Summit 2025 menegaskan posisi Sukabumi sebagai salah satu episentrum penggerak UMKM nasional, dengan inovasi dan kolaborasi sebagai senjata utama menghadapi persaingan global.
(Jurnalis : Agus S/Yusmeli)






