MATARAM || Wacana Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) sudah sejak lama.
Berkaitan dengan itu Juru bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Fahri Hamzah dalam orasi politiknya berjanji akan perioritaskan pembentukan Provinsi Sumbawa (PPS).
Kini KP4S menagih janji Fahri Hamzah dan menyuarakan pembentukan PPS melalui aksi unjuk rasa damai yang akan digelar pada Kamis, 15 Mei 2025 bertempat di Pelabuhan Poto Tano.

Sekretaris KP4S Zulkarnain, S.T., M.T kepada wartawan mengatakan aksi ini menjadi titik awal gerakan mendesak pemerintah pusat agar segera mencabut moratorium pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), khususnya Provinsi Pulau Sumbawa.
“Kami menghargai semangat dan keberanian masyarakat untuk menyuarakan pendapat melalui aksi unjuk rasa di Pelabuhan Pototano,” ucapnya. Senin, 12 Mei 2025.
Kata Zulkarnain, aksi ini mendapat perhatian luas dari masyarakat maupun pengguna pelabuhan, mengingat Poto Tano merupakan jalur vital penghubung antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok dan menegaskan aksi nantinya akan berlangsung damai dan tetap mengedepankan kondusifitas wilayah Kab. Sumbawa maupun Kabupaten/Kota lainnya di Pulau Sumbawa.
“Aksi nantinya akan diikuti ribuan orang, dihimbau kepada massa aksi untuk tetap menjaga Ketertiban, keamanan dan kondusifitas wilayah. ini bukanlah yang terakhir, KP4S akan terus bergerak dan bersuara hingga ada kepastian sikap dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Zulkarnain berharap selama aksi berlangsung dengan damai dan teratur akan menciptakan suasana yang kondusif bagi semua pihak.
“Unjuk rasa harus mencerminkan aspirasi yang positif. Hindari tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum atau merugikan masyarakat sekitar”, ujarnya.
Dengan semangat persatuan dan komitmen untuk menjaga keamanan, mari kita wujudkan aksi unjuk rasa ini sebagai momen yang membawa perubahan. Tutupnya.
(Sukirman)






