KUPANG, || Dibalik semangat anak-anak SD GMIT Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu (22/4/2025) pagi itu, ada harapan baru yang mengalir. Yayasan Mentari Sejati, sebagai salah satu mitra Badan Gizi Nasional (BGN), menjadi ujung tombak dalam menggerakkan Program Makan Bergizi (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kehadiran program ini disambut antusias oleh pihak sekolah dan para siswa.
Sejak pagi, aroma harum masakan memenuhi udara di lingkungan sekolah. Dengan penuh semangat, para siswa berbaris rapi, membawa sendok masing-masing, sebagaimana telah diimbau sebelumnya oleh pihak sekolah. Di tangan-tangan kecil itu, tersimpan harapan akan energi baru untuk mengejar mimpi-mimpi mereka.
Ronny Lasu, dari Tim Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Maulafa, yang bertanggung jawab atas distribusi dapur MBG, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan hari itu. “Semua pengantaran makanan berjalan lancar. Ini tidak hanya tentang makan gratis, tapi juga investasi masa depan anak-anak,” ujarnya.
Program MBG, menurut Ronny, tidak hanya menyentuh jenjang pendidikan dasar, tapi juga menjangkau TK, PAUD, SMP, hingga posyandu. Titik-titik pengantaran mencakup SMAN 7 Kupang, TK Kristen Tunas Pemulihan, TK Solideo, TK Kristen Immanuel Oepura, SD GMIT Oepura, hingga SMPN 3 Kupang, dan posyandu di sekitaran Maulafa.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan anak-anak, Program MBG ternyata menciptakan efek domino positif.
“Banyak UMKM lokal yang terlibat dalam penyediaan bahan makanan. Tenaga kerja terserap, lapangan kerja baru tercipta, dan ekonomi keluarga ikut terdongkrak,” tutur Ronny.
Kepala SD GMIT Oepura, Sanci A. Kelin, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, sekolah mereka merasa terhormat menjadi salah satu lokasi perdana pelayanan MBG di wilayah Maulafa.
“Kami dukung penuh program pemerintah ini. Kami segera menginformasikan kepada orang tua siswa lewat surat edaran,” kata Sanci.
Dalam surat tersebut, pihak sekolah mengingatkan orang tua agar anak membawa sendok sendiri dan air minum dari rumah. Selain mendidik kemandirian, langkah ini juga bertujuan mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah.
Sebanyak 286 siswa dari kelas 1 hingga 6 di SD GMIT Oepura menerima manfaat langsung dari program ini. Menu yang disediakan pun lengkap dan bergizi: nasi hangat, sup sayuran, ayam goreng, tahu, serta buah pisang sebagai pencuci mulut.
Pantauan pihak sekolah menunjukkan bahwa seluruh siswa menikmati makanan yang disajikan.
“Menu yang disiapkan sangat lengkap dan memenuhi standar gizi anak-anak,” tambah Sanci sambil tersenyum bangga.
Program ini, lanjut Sanci, diharapkan tidak berhenti di sini. Ia berharap MBG terus berjalan agar semua anak bisa terbiasa dengan pola makan bergizi, terutama bagi mereka yang selama ini jarang menikmati makanan sehat karena keterbatasan ekonomi.
“Tujuan besar MBG adalah membiasakan anak-anak dengan pola makan sehat. Ada anak-anak yang sehari-hari tidak mendapatkan makanan bergizi seperti ini. Program ini sangat membantu dan berdampak besar bagi masa depan mereka,” ungkapnya.
Yayasan Mentari Sejati bermitra bersama Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maulafa membuktikan, bahwa sepotong nasi, sepiring sayur, dan sepotong ayam bisa menjadi bahan bakar lahirnya generasi unggul masa depan. Di bawah terik mentari Kupang, harapan itu kini bertumbuh – satu suapan demi satu senyuman.
(Desy)






