Dugaan Kejanggalan Anggaran di Puskesmas Cahaya Maju, SPM Sumsel Segera Laporkan ke Kejari OKI

SERGAP.CO.ID

KAB. OKI, || Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumsel (SPM Sumsel) akan segera menyerahkan laporan resmi ke Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (Kejari Oki) terkait dugaan kejanggalan dalam penggunaan anggaran di Puskesmas Cahaya Maju. Laporan tersebut akan diserahkan pada Senin, 30 September 2024, siang.

Bacaan Lainnya

SPM Sumsel, yang dikoordinatori oleh Yovi Meitaha, telah melakukan investigasi mendalam dan menemukan sejumlah kejanggalan dalam rincian anggaran perjalanan dinas Puskesmas Cahaya Maju. Investigasi ini dilakukan menyusul laporan dari masyarakat dan kecurigaan terhadap pengelolaan anggaran Puskesmas Cahaya Maju.

SPM Sumsel menemukan bahwa beberapa pos anggaran terkesan terlalu tinggi dibandingkan dengan kegiatan yang dilakukan, dan ditemukan bukti-bukti berupa Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang perlu diteliti lebih lanjut.

Kejanggalan tersebut ditemukan pada tiga program utama:

  • Pengembangan dan Pelaksanaan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) Tingkat Daerah Kabupaten/Kota: SPM Sumsel mempertanyakan anggaran sebesar 5.625.000 Rupiah (37501635) yang dialokasikan untuk biaya perjalanan dinas dalam kota, yang meliputi bimbingan teknis dan supervisi pengembangan dan pelaksanaan UKBM. Jumlah ini terbilang kecil dibandingkan dengan program lain yang memiliki tujuan serupa, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efisiensi penggunaan anggaran.
  • Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota: Anggaran 434.475.000 Rupiah (37528286, 37528310, 37528320, 37528328, 37528338, 37528361, 37528362, 37528363, 37528367, 37528378, 37528381, 37528383, 37528386, 37528395, 37528404, 37528409, 37528419) yang dialokasikan untuk biaya perjalanan dinas dalam kota untuk berbagai kegiatan terkait layanan kesehatan bagi UKM dan UKP rujukan tingkat daerah, juga menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi dan efisiensi penggunaan anggaran. Terdapat pula anggaran untuk BOK PUSKESMAS – Belanja Insentif UKM (37528361, 37528362) yang diduga tidak terkait langsung dengan biaya perjalanan dinas.
  • Peningkatan Pelayanan BLUD: Anggaran sebesar 301.100.000 Rupiah (: 38117331) yang digunakan untuk belanja barang dan jasa terkait dengan peningkatan pelayanan BLUD, juga menjadi sorotan. SPM Sumsel menemukan bahwa terdapat beberapa SPJ untuk pengadaan barang dan jasa yang perlu diteliti lebih lanjut. Sebagai contoh, terdapat SPJ untuk pengadaan 10 unit komputer dengan nilai mencapai Rp. 100 juta, namun berdasarkan penyelidikan lapangan, harga pasaran komputer tersebut hanya sekitar Rp. 5 juta per unit.

“Kami berharap Kejari Oki dapat menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan yang komprehensif,” tegas Yovi Meitaha, Koordinator SPM Sumsel.

“Kami ingin memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk kesehatan benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.” Ujar Yovi Meitaha saat ditemui di depan segitiga mas, Rabu (25/09/2024) pukul 12:30 WIB.

Tim Sergap.co.id telah melakukan upaya konfirmasi kepada pihak Puskesmas Cahaya Maju melalui WhatsApp pada Selasa, 24 September 2024, pukul 07:45 WIB, namun tidak mendapatkan respons. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada publik.

Kasus dugaan kejanggalan anggaran di Puskesmas Cahaya Maju ini menjadi sorotan publik dan menjadi tantangan bagi Kejari Oki untuk membuktikan komitmennya dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas di sektor kesehatan. SPM Sumsel berharap laporan ini dapat menjadi titik awal untuk mengungkap kebenaran dan memastikan bahwa dana yang dialokasikan untuk kesehatan benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

(Wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *