Sinergi Hukum dan Agama: Kajati NTT Perkuat Kerja Sama dengan Keuskupan Agung Ende

SERGAP.CO.ID

ENDE, || Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT), Zet Tadung Allo, S.H., M.H., melakukan kunjungan kehormatan ke Keuskupan Agung Ende. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara institusi hukum dan lembaga keagamaan, demi membangun harmoni sosial dan meningkatkan komitmen bersama dalam penegakan hukum di wilayah NTT.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan yang hangat ini, Kajati Zet Tadung Allo disambut oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD, serta para pimpinan gereja lainnya. Kajati menekankan betapa pentingnya dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk Gereja, dalam menciptakan keadilan dan kedamaian.

“Kejaksaan membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat, termasuk Gereja, dalam upaya menciptakan keadilan dan kedamaian,” ujar Kajati dalam pernyataannya.

Uskup Agung Paul Budi Kleden menyambut baik inisiatif Kajati, menegaskan bahwa Gereja siap mendukung langkah-langkah Kejaksaan dalam penegakan hukum yang tegas namun tetap humanis. “Kami berkomitmen untuk mendukung semua upaya yang bertujuan menciptakan masyarakat yang adil dan beradab,” katanya.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mempererat hubungan antara Kejaksaan dan Keuskupan, memperkuat landasan hukum berbasis nilai-nilai etika dan moralitas yang kuat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Dalam suasana yang penuh keakraban, kedua belah pihak sepakat untuk menjalin dialog yang lebih intensif di masa mendatang. Ini diharapkan dapat membangun kesepahaman yang lebih baik antara lembaga hukum dan gereja dalam menangani isu-isu sosial yang kompleks.

Kajati Zet Tadung Allo juga mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. “Kami berharap semua elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, dapat menjadi agen perubahan yang positif,” ujarnya.

Uskup Agung Paul Budi Kleden menambahkan, “Gereja memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat. Kami akan terus berkolaborasi dengan Kejaksaan untuk memberikan pendidikan moral dan etika yang kuat kepada umat.”

Kunjungan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah nyata dalam membangun sinergi antara hukum dan agama, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan keadilan dan kedamaian dapat terwujud lebih baik di setiap lapisan masyarakat.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *