DILI || Sebuah pertemuan bersejarah berlangsung antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Câmara de Comércio e Indústria de Timor-Leste (CCI-TL) di Dili.
Pertemuan ini mempertemukan pimpinan kedua lembaga dengan tujuan mempercepat pengembangan Free Trade Zone (FTZ) di Pulau Timor.
Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, bersama timnya, termasuk Christofer Samara dan Yusak Viktor Benu, berdialog intensif dengan Vice President CCI-TL, Ruih Castro, serta tim CCI-TL lainnya. Dalam diskusi ini, mereka sepakat membentuk tim satgas dari masing-masing pihak untuk mempercepat implementasi FTZ, yang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi di Timor NTT dan Timor Leste.
Ruih Castro mengapresiasi dukungan KADIN Indonesia dalam sektor pertanian, khususnya proyek penanaman padi yang telah meningkatkan hasil panen secara signifikan. Dari rata-rata 1,5 ton per hektar, kini templot modern menghasilkan 7 hingga 11 ton per hektar, menunjukkan kemajuan pesat yang mendekatkan Timor Leste pada target swasembada pangan di 2026.
Diskusi juga mencakup rencana pengembangan infrastruktur, termasuk pembukaan jalur kapal feri RORO dari Kupang dan Atapupu ke Dili, yang diharapkan dapat terealisasi tahun depan. Yusak Victor Benu dari INSA NTT mengungkapkan harapan besar untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah perdagangan antar wilayah.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan cinderamata berupa karung beras bermerek manobod dari CCI-TL, sebagai simbol kemitraan yang solid antara kedua belah pihak. Kesepakatan ini menandai langkah besar menuju penguatan ekonomi regional dan stabilitas investasi di kawasan perbatasan Timor.
Dalam pertemuan ini, kedua pihak juga membahas berbagai aspek terkait Free Trade Zone, termasuk dukungan infrastruktur yang krusial untuk kesuksesan implementasi FTZ. Diharapkan, pengembangan infrastruktur ini tidak hanya meningkatkan konektivitas antar wilayah, tetapi juga membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan arus perdagangan di kawasan Timor.
Selain itu, KADIN NTT dan CCI-TL menekankan pentingnya transparansi dan keamanan investasi di FTZ. Untuk memastikan kejelasan dan perlindungan bagi para investor, kedua lembaga sepakat bahwa hanya perusahaan dan pengusaha yang terdaftar sebagai anggota KADIN atau CCI, serta yang mendapatkan rekomendasi resmi, yang akan diakomodasi dalam FTZ.
Komitmen ini menunjukkan tekad kuat dari kedua belah pihak untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif di Pulau Timor. Dengan adanya FTZ, diharapkan Timor Leste dan NTT dapat memanfaatkan potensi ekonomi mereka secara maksimal, memperkuat hubungan perdagangan, dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat di kedua wilayah.
Penyerahan cinderamata yang menandai akhir pertemuan tidak hanya menjadi simbol kerjasama yang erat, tetapi juga harapan untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi perekonomian di kawasan tersebut. Kedua belah pihak berkomitmen untuk melanjutkan dialog dan kerjasama demi mencapai tujuan bersama dalam pengembangan Free Trade Zone dan pembangunan ekonomi di Pulau Timor.
Dengan berakhirnya pertemuan, KADIN NTT dan CCI Timor Leste menunjukkan komitmen yang mendalam terhadap pengembangan Free Trade Zone (FTZ) dan peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste. Kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan kerjasama ini dengan fokus pada implementasi dan pemantauan FTZ serta pengembangan infrastruktur yang mendukung.
Melalui kerjasama ini, diharapkan akan ada peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan Timor. Kesepakatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha di kedua negara, serta menjadi model bagi kerjasama internasional di kawasan.
Dengan langkah ini, KADIN NTT dan CCI Timor Leste bertekad untuk mewujudkan visi bersama menuju ekonomi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Pulau Timor.
(Dessy)






