Perdana Diperingati, Jaksa Agung RI: Hari Lahir Kejaksaan Simbol Kedaulatan Penuntutan dan Advocaat General

Perdana Diperingati, Jaksa Agung RI: Hari Lahir Kejaksaan Simbol Kedaulatan Penuntutan dan Advocaat General

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kejaksaan Republik Indonesia menggelar upacara peringatan Hari Lahir Kejaksaan pada tanggal 2 September 2024.

Bacaan Lainnya

Upacara yang dipimpin oleh Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, ini menandai pentingnya peran Kejaksaan sejak berdirinya pada 2 September 1945, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Jaksa Agung Nomor 196 Tahun 2023.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kajati NTT, Zet Tadung Allo, Jaksa Agung menegaskan bahwa penetapan tanggal ini bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba, melainkan hasil penelitian panjang para ahli sejarah. Penetapan Hari Lahir Kejaksaan bertujuan untuk mempertegas keberadaan Kejaksaan sebagai lembaga penting dalam penegakan hukum dan stabilitas negara sejak awal kemerdekaan.

Selain itu, Jaksa Agung juga menekankan pentingnya Hari Lahir Kejaksaan sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penegakan hukum serta memperkuat soliditas di kalangan insan Adhyaksa.

Selama ini, peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) pada tanggal 22 Juli sering dianggap sebagai Hari Lahir Kejaksaan. Namun, dengan adanya penetapan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami sejarah panjang perjuangan Kejaksaan dalam menjaga keadilan di Indonesia.

Upacara dan rangkaian kegiatan sederhana dalam memperingati Hari Lahir Kejaksaan ini diharapkan dapat menjadi tradisi baru yang terus mengingatkan seluruh insan Adhyaksa akan tanggung jawab besar mereka dalam penegakan hukum yang berkeadilan.

Dalam amanatnya, Jaksa Agung juga menekankan bahwa mulai tahun ini, Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) setiap tanggal 22 Juli akan cukup dilaksanakan dengan kegiatan syukuran sederhana. Sedangkan, Peringatan Hari Lahir Kejaksaan pada 2 September akan dirayakan dengan upacara dan berbagai kegiatan bermakna lainnya.

Dengan demikian, upacara ini menjadi simbol penting dalam memperingati sejarah panjang Kejaksaan Republik Indonesia, serta menegaskan kembali komitmen institusi ini dalam memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada seluruh masyarakat.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *