SMAN 1 Sabu Liae Dukung Pelestarian Budaya: Pameran Cerita Rakyat dan Bincang Budaya Beri Inspirasi bagi Generasi Muda

SERGAP.CO.ID

SABU RAIJUA, || Kepala SMA Negeri 1 Sabu Liae, Max Alexander Raga Lawa, mengapresiasi kegiatan Pameran Cerita Rakyat dan Bincang Budaya yang diadakan di sekolahnya. Kegiatan yang digelar oleh Yayasan GPS ini dianggap sangat penting dalam melestarikan budaya Sabu Raijua, khususnya bagi generasi muda.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan ini sangat baik dan SMA Negeri Liae sangat mendukung setiap upaya untuk mengangkat budaya Sabu, terutama bagi para siswa kami di SMAN Sabu Liae,” ungkap Max dalam sambutannya saat membuka acara tersebut.

Menurutnya, melalui kegiatan budaya seperti ini, kemampuan seni siswa, khususnya dalam tarian tradisional seperti Ledo dan Pedoa, dapat terus diasah. Namun, ia juga menyoroti keterbatasan alat pendukung yang dimiliki sekolah.

“Anak-anak kami memiliki bakat luar biasa di bidang seni, ada yang bisa menari Pedoa dan Ledo, hanya saja kami kekurangan alat pendukung,” tambahnya.

Jefrison Hariyanto Fernando, pendiri Yayasan GPS, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memajukan budaya Sabu Raijua. Selain mengadakan pameran budaya, Yayasan GPS juga aktif dalam kegiatan sosial lainnya, seperti pemberian sembako kepada anak yatim piatu dan pendirian taman baca sejak 2015.

“Kami sangat peduli pada pelestarian budaya Sabu Raijua, yang sebagian besar berupa budaya tutur seperti cerita rakyat. Oleh karena itu, kami berupaya mendokumentasikan cerita-cerita ini agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan rencana peluncuran website Jingitiu sebagai upaya digitalisasi budaya lokal.

Dalam acara tersebut, Yayasan GPS memberikan penghargaan berupa uang dan piagam kepada para peserta yang turut serta dalam lomba tutur cerita rakyat dan tarian Pedoa. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan dedikasi mereka dalam melestarikan warisan budaya.

Nguru Kolo, ketua panitia kegiatan, dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan ini menghabiskan dana sebesar Rp.5.600.000 yang berasal dari donasi serta kas Yayasan GPS. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Jingitiu Rental, Jingitiu Farm, dan Komunitas Mirahari, sangat membantu terlaksananya acara ini dengan baik.

Acara dimulai dengan doa yang dipimpin oleh Penihas Wila Huky, Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kemenag Sabu Raijua, diikuti dengan rangkaian penampilan tari Pedoa dan penceritaan kembali cerita rakyat oleh siswa-siswi SMAN 1 Sabu Liae. Para peserta dan tamu undangan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara yang digelar hingga sore hari.

Pameran Cerita Rakyat dan Bincang Budaya ini bukan hanya sekadar ajang unjuk kebolehan bagi para siswa, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kebanggaan terhadap budaya lokal di hati generasi muda. Dengan upaya-upaya seperti ini, diharapkan budaya Sabu Raijua dapat terus hidup dan berkembang di tengah modernisasi zaman.

Kegiatan ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari para panitia kepada semua pihak yang telah berkontribusi, serta harapan bahwa acara serupa dapat terus digelar di masa depan.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *