Oleh: Idat Mustari
Assalamu’alaikum,
SERGAP.CO.ID — Salah satu cara agar jiwa kita bahagia adalah dengan berzikir, sebagaimana dijelaskan oleh al-Ghazali. Terdapat dua jenis zikir. Pertama, zikir para kekasih Allah (para wali). Zikir mereka dilakukan setiap saat, di mana saja, dan dalam setiap gerak tubuh mereka. Setiap tarikan nafas mereka adalah zikir, dan mereka larut dalam zikirnya hingga tidak merasakan apapun selain Tuhan, yang dalam istilah tasawuf disebut fana’ (keterlepasan diri dalam Tuhan).
Kedua, zikir ashabul yamin. Zikir mereka tidak kontinu; mereka berzikir hanya ketika ingat atau dalam kondisi tertentu, seperti saat kesulitan. Meskipun ini lebih baik dibandingkan orang yang sama sekali tidak berzikir, sebaiknya kita berusaha untuk lebih konsisten.
Zikir yang dapat menghadirkan kebahagiaan adalah zikir para wali, yang melibatkan hati, bukan hanya lisan. Zikir yang menyentuh hati dapat menenangkan jiwa, karena Allah memerintahkan kita untuk berzikir agar hati kita menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d: 28, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Jika kita sudah berzikir tetapi hati kita masih merasa tidak tenang, bahkan menjadi lebih resah dan emosional, mungkin zikir kita masih sebatas lisan, belum menyentuh hati. Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Athailah, tidak apa-apa jika zikir kita masih sebatas lisan; teruslah berzikir, mudah-mudahan suatu saat kita mencapai maqam jiwa yang tenang.
Ibnu ‘Athaillah Al-Sakandari dalam kitab Al-Hikam berkata: “Jangan meninggalkan dzikir hanya karena tidak bisa berkonsentrasi pada Allah saat berzikir. Karena, kelalaian kita terhadap Allah ketika tidak berzikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berdzikir. Mudah-mudahan Allah mengangkat kita dari dzikir yang penuh kelalaian menuju dzikir yang penuh kesadaran. Kemudian dari dzikir yang penuh kesadaran menuju dzikir yang merasakan kehadiran Allah. Dan dari dzikir yang merasakan kehadiran Allah menuju dzikir yang melupakan segala sesuatu selain Allah. Semua itu tidak sulit bagi Allah.”
Wallahu’alam. Semoga bermanfaat.
Salam Takjim






