SERGAP.CO.ID
KABUPATEN CIREBON || Fadli warga Desa Setu Wetan, Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon, putra pertama dari pasangan Asep Rahman dan Sadiah yang terlahir tanpa anus.
Kehidupan sehari harinya sangat memprihatinkan di tengah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mencukupi. Orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh harian potong ayam dan sebagai pembuat sumbu kompor minyak. Penghasilan mereka yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, Fadli terpaksa buang air besar (BAB) melalui lubang anus bawaan pada bagian perut sebelah kiri dibawah rusuk. Hal ini membuat Fadli tidak nyaman, dikarenakan ketika ingin BAB tidak dirasakan sama sekali dan harus memakai plastik sebagai wadah agar tidak berceceran.
Fadli menuturkan, dirinya sejak lahir tidak memiliki anus seperti orang normal lainnya. Fadli sendiri sudah melakukan operasi sebanyak dua kali.
“Sudah melakukan operasi dua kali untuk pembuatan anus ditempat yang semestinya, yang pertama operasi dilakukan di RS Bandung,” ujarnya, Jumat (19/04/2024).
Operasi yang dilakukan Fadli berjalan lancar, namun kata dia, karena pemeliharaan yang kurang maksimal mengakibatkan penutupan kembali.
Lalu, dilakukan kembali operasi kedua dan Fadli diharuskan kontrol seminggu dua kali, tetapi karena keterbatasan biaya transportasi menjadi kendala.
“Untuk kontrol ke RS Gunung Jati tertunda karena untuk biaya kehidupan sehari-hari saja kurang,” katanya.
Selain terkendala karena biaya transportasi, Asep orang tua Fadli yang sehari-hari harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga tidak cukup memiliki waktu untuk mengantar kontrol.
Fadli berharap bisa lekas sembuh dan bisa normal seperti yang lainnya tanpa merasa minder dan tidak percaya diri sampai enggan mau melanjutkan sekolah.
Keluarga Fadli sendiri sudah mendapatkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga didapatkan.
Namun, kedua orang tua Fadli memiliki latar belakang ekonomi pra sejahtera sehingga keinginan untuk sembuh jauh dari harapan.
Agus Subekti





