LENANG, || Kamis,14 Desember 2023, ketika awak media mengunjungi lokasi pembuatan garam yang berada dipinggir pantai Lenang, Kecamatan URG, kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), tanpak terlihat tungku pembakaran yang digunakan untuk memasak garam milik bapak Benyamin dan teman-temannya.
Juga terlihat pekerja mengaduk garam yang direbus dalam sebuah tungku dengan pembakaran menggunakan bahan bakar kayu. Garam benda yang dibuat dari air laut yang diolah matahari untuk menjadi kristal, juga Ladang garam ini terbentuk tambak untuk menampung air laut.
Diceritakan oleh pekerja pembuatan garam BPK Benyamin panggilannya menuturkan,Beginilah lokasi pembuatan garam kami,sederhana,jadi tidak perlu banyak tempat seperti pembuatan garam biasanya.Dulu usaha kecil-kecilan,tanpa disangka justru mengenangkan sampai sekarang ini.
BPK Benyamin menyebut,usaha pembuatan garam adalah usaha yang saya teruskan dari karya orang tua saya karena banyak warga disini menjadi pekerja pembuatan garam.Pekerjaan pembuatan garam biasanya berada dipinggiran pantai pembuatan garam sangat muda. “Ujarnya.
Saya menjadi pekerja garam sejak kecil karena orang tua saya sebagai pembuatan garam juga, pekerjaan pembuatan garam biasanya dilakukan pada musim kemarau, selama ini penghasilan cukup bagus sehingga dapat menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, sekarang anak saya dua orang kuliah, satu di Malang, satu di Kupang Nusa Tenggara Timur itu semuanya hasil dari pekerjaan pembuatan garam.
Dengan modal sendiri dan kerja keras dapat membuahkan hasil itulah prinsip hidup saya, garam yang sudah selesai diolah kami jual dipasar-pasar seperti di Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, yang lainnya datang beli langsung dilokasi pembuatan garam.
Kedepan saya berharap mudah-mudahan semakin banyak masyarakat berminat membuka usaha pekerja pembuatan garam hasilnya bagus, selain usaha pembuatan garam ada juga rumput laut yang saya kerjakan, tetapi yang paling penting ada kemauan pasti berhasil. “Ungkapnya
(MSS**)






