SERGAP.CO.ID
KAB. TASIKMALAYA, || Penerapan manajemen Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan proyek pemerintah Kabupaten Tasikmalaya masih lemah dalam Pengawasan yang kurang dan tidak tegas dari pihak Dinas Pertanian, ketahanan pangan dan perikanan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya terkait menjadikan para pekerja proyek Pembangunan Renovasi Kantor BPP Pageurageng di Wilayah Kecamatan Pageurageng Kabupaten Tasikmalaya itu mengabaikan K3. Rabu, (20/09/2023).
Proyek pembangunan Rehabilitasi dan pemeliharaan balai penyuluh di Kecamatan serta sarana pendukungnya berada di wilayah Kecamatan Pageurageng, Kabupaten Tasikmalaya tampak jelas mengabaikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja.
Bedasarkan pantauan media ini di lapangan, proyek yang dikerjakan CV. Putra Pratama, dengan anggaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Tahun anggaran 2023 melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan senilai Rp.484.541.000 (Empat Ratus Delapan Puluh Empat Juta Lima Ratus Empat Puluh Satu Ribu)
Begitu pun para pekerja yang dipekerjakan di pembangunan Renovasi Kantor BPP di Wilayah Kecamatan Pageurageng tersebut tidak memakai perlengkapan yang memadai, sebagaimana peraturan utama dalam pelaksanaan aktivitas kontruksi. Kalau tidak dilaksanakan maka konsekuensinya kontraktornya akan didenda, karena tidak menjalankan salah satu yang tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Dengan mengabaikan proyek dalam menjalankan prosedur K3 patut di pertanyakan dan diduga ada unsur kesengajaan dengan tidak di belanjakan APD sebagai bentuk menambah keuntungan perusahaan.
Seharusnya keselamatan pekerja harus di utamakan, pengawas proyek harus memberi teguran karena pelaksana proyek mengabaikan ini menjadi contoh yang kurang baik menurut Undang-Undang jasa kontruksi nyata disebutkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja ini harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pekerjaan.
Pelanggaran terhadap aturan ini bisa di kenakan sangsi, teguran, hingga pencabutan izin usaha, apalagi para pekerja proyek abaikan protokol kesehatan, terlihat pekerja tidak menggunakan masker dan Alat Pelindung Diri (APD) kuat dugaan lemah dalam pengawasan. Menurut informasi yang di perolehan oleh media ini Konsultan Pengawas diduga jarang ditempat.
Salah satu orang lapangan CV. Putra Pratama selaku pihak pelaksana proyek Pembangunan Renovasi Kantor BPP di Wilayah Kecamatan Pageurageng yang dikonfirmasi terkait para pekerja tidak memakai perlengkapan yang memadai, mengabaikan K3, “kami tidak di kasih perlengkapan APD. “Jelasnya.
Menyangkut dengan Konsultan pengawas diduga jarang ditempat, Orang lapangan Cv. Putra Pratama seakan membela dengan mengatakan kepada awak media. ” Ada Konsultan Pengawas baru saja pulang. ”Katanya.
Sampai berita ini di turunkan pihak pelaksana proyek belum dapat konfirmasi di telpon tidak di angkat WashtApp pun tidak di jawab.
(M. Ali)






