SERGAP.CO.ID
KAB. MAJALENGKA, || Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau lebih disingkat dengan PKBM adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya.
Peran PKBM sangat penting dalam mengurangi buta aksara di Kabupaten majalengka, karena waktu belajar di PKBM lebih fleksibel dibandingkan dengan sekolah formal. Hambatan pelaksanaan PKBM di majalengka, antara lain jam kerja warga belajar, jauh dan sulitnya jarak tempuh, keterbatasan jumlah tutor dan besar honor tutor. Meski demikian kegiatan belajar menngajar di PKBM bisa terlaksana dngan baik. Salah satunya PKBM BUSTANUL HIDAYAH di Desa Paniis Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka.
Ustd Ebin Sirodujatin SI.Pd selaku ketua PKBM Bustanul Hidayah mengungkapkan harapannya kepada pemerintah untuk memberikan apresiasi bagi siswa yang usianya lebih dari 21 tahun keatas supaya pendidikan tersebut lebih baik dan lancar.
Sementara pemilik Yayasan tersebut yaitu Kiai Safrudin mengatakan hal yang sama terkait harapan visi dan misinya kepada pemerintah untuk terus mendukung kegiatan PKBM. Pasalnya PKBM Bustanul Hidayah Paniis Maja adalah satuan lembaga pendidikan Non Formal yg berdiri sejak tahun 2007 melayani pendidikan masyarakat yang terkendala dengan pendidikan formal melalui satuan Program Paket B, Paket C dan sekarang sudah memiliki peserta didik paket B 162 orang, Paket C 285 orang dan sebagian dari peserta mendapatkan BOP, yaitu usia sekolah maksimal 21 tahun.
Diatas usia sekolah biaya sendiri dengan sistem SPP bagi yang mampu dan tidak mampu diberlakukan gratis sistem subsidi silang dari siswa yang berbayar SPP. Untuk program pemerintah sendiri ditahun ini hanya membiayai usia sekolah 7 s/d 21 tahun. Harapan semoga pemerintah dapat membantu meningkatkan bantuan program kesetaraan fisik atau non fisik. “Ujarnya.
(Dian)






