Aloysius Tani SH, Selaku Koordinator LPP RRI SP Sumba, Dengan Manuvernya Sehingga RRI Sumba Semakin Di Udara

SERGAP.CO.ID

SUMBA BARAT NTT, || Lembaga Penyiaran pada umumnya, dan RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP) berperan penting memberikan edukasi dan penyadaran perubahan-perubahan dalam berbagai sektor, dalam merubah paradikma masyarakat di Pulau Sumba,termasuk di Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bacaan Lainnya

Beliau, Bung Aloy sapaan akrab di kalangan awak media dan masyarakat pada umunya di Sumba adalah, sosok pekerja keras, ulet, inovatif, dan kreatif di bidang penyiaran, khususnya di Wilayah kerja RRI Studio Produksi Sumba. Hal ini terbukti manajemennya terpantau cukup rapi dan terlaksana dengan baik.

Edukasi dan inovasi-inovasi terus dilaksanakan kepada staf-stafnya di RRI SP Sumba, yang terbukti berjalan dengan baik. Tidak siaran radio saja yang di miliki Radio Republik Indonesia yang digeluti dan dikembangkan, akan tetapi juga sudah memiliki media online melalui Multi Platformnya, sampai saat ini terus eksis dan terinovasi seiring perkembangan teknologi.

Dikonfirmasi media di kantor RRI Sumba, Senin,10 Oktober 2022, Aloysius Tani, SH mengatakan,bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) menjadi media yang penting untuk menyampaikan informasi-informasi yang penting keseluruh masyarakat, termasuk di Pulau Sumba.

Untuk itu dunia penyiaran penting dalam memberikan edukasi sebagai upaya penyadaran ke masyarakat. “Banyak upaya serta ikhtiar telah kita lakukan,dan itu tidak mudah.Tantangan lembaga penyiaran saat ini adalah bagaimana mengurangi hoaks, mengedukasi secara menarik dengan berbagai multi platform yang RRI miliki. Sehingga kedepan, siaran-siaran kita semakin dikenal masyarakat di Sumba ,dari berbagai sektor, bahkan sub sektor. “Paparnya.

RRI adalah Lembaga Penyiaran Publik, penyedia pusat informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.RRI juga menyiarkan informasi yang membangun optimisme, motivasi, dan memberikan solusi, dan edulasi pada masyarakat.Lembaga Penyiaran Publik terus berkarya dengan inovasi-inovasi yang dikembangkan saat ini memalui multi platform, tetap semangat, tidak pernah lelah dan jenuh dalam menyampaikan informasi yang benar kepada publik.

“Tantangan-tantangan yang harus dihadapi lembaga penyiaran publik, diharapkan lembaga penyiaran mampu berkreasi dalam membangun optimisme, motivasi dan kompetensi dalam memproduksi siaran yang baik,” katanya.

Lanjut Aloysius Tani, Koordinator LPP RRI SP Sumba bahwa, ada tiga elemen dalam efektivitas sosialisasi. pertama, pemerintah, dalam hal penyampaian kebijakan dan aturan-aturan.Kedua, masyarakat sendiri, dalam hal kemauan sikap menerima informasi. Ketiga, media massa, dalam hal tanggung jawab menjadi mitra pemerintah untuk menyampaikan informasi-informasi kepada publik.

“Peran RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik diharapkan, pertama, mampu membimbing kelompok sasaran yang beraktivitas agar selamat dalam memasuki new normal, terus melakukan kegiatan-kegiatan membangun kehidupan ekonomi keluarga. Kedua, media menjadi “clearence house” bekerjasama dengan Pemerintah Daerah yang telah melakukan analisis dan perang terhadap informasi hoax. Ketiga, menjalankan peran media untuk kepentingan pertama dan kedua tadi, dengan membentuk program pembangunan masyarakat,” sebutnya.

Sebagai salah satu media massa yang masih bertahan hingga saat ini, radio masih diminati oleh masyarakat Sumba Barat.Ditambah adanya digitalisasi media membuat radio mengalami mediamorfosis, yakni dengan cara melakukan konvergensi media.Sehingga kini tampilan radio tidak seperti zaman dahulu yang bersifat theatre of mind ataupun auditif, masyarakat sekarang bisa melihat tampilan visual mulai dari konten yang disajikan hingga penyiar radio nya.

Aloysius juga menjelaskan,perkembangan radio yang selalu tahan terhadap zaman menjadi fakta bahwa radio adalah media yang paling universal, paling sederhana dan paling mudah diakses.Namun,sekali diudara tetap diudara, beberapa stasiun dan jaringan radio mampu bertahan dan berinovasi,karena radio adalah media yang sarat akan hiburan dan informasi, dengan variasi kreativitas,” ujarnya.

(Ms/Sergap)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *