Operasi Patuh Turangga 2026 Dimulai, Kapolres Sumba Barat Tekankan Keselamatan Pengguna Jalan

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA BARAT, || Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali menegaskan pentingnya disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Turangga 2026 di Lapangan Apel Pasola Polres Sumba Barat, Senin (26/10/2026).

Bacaan Lainnya

Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, tersebut menjadi langkah kepolisian untuk menekan pelanggaran serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Penegakan aturan diharapkan tidak sekadar berorientasi pada penindakan, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas demi mencegah kecelakaan.

Urgensi operasi ini diperkuat data Polda Nusa Tenggara Timur yang disampaikan dalam amanat Kapolres. Sepanjang 2025, tercatat 803 kasus kecelakaan lalu lintas, meningkat 22 persen dibandingkan 2024. Angka tersebut menjadi peringatan bahwa persoalan keselamatan jalan membutuhkan penanganan serius, konsisten, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan,” operasi ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif secara humanis serta edukatif. Penegakan hukum dilakukan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan teguran simpatik sesuai ketentuan yang berlaku.

Sasaran operasi mencakup pengendara yang menggunakan telepon seluler saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, berkendara di bawah umur atau tanpa SIM, tidak memakai helm berstandar SNI maupun sabuk pengaman, serta melanggar batas kecepatan, rambu, marka, dan lampu lalu lintas. Penggunaan pelat nomor tidak sesuai ketentuan, parkir di tempat terlarang, dan knalpot yang tidak memenuhi spesifikasi teknis juga menjadi perhatian.

Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Transparansi

Dalam arahannya, AKBP Yohanis Nisa Pewali meminta seluruh personel menjalankan tugas secara profesional, persuasif, transparan, dan sesuai prosedur. Ia juga menekankan agar anggota menghindari tindakan arogan serta mengutamakan keselamatan selama bertugas.

Pesan tersebut menjadi penting agar pelaksanaan operasi tidak hanya menghasilkan penindakan, tetapi juga menjaga kepercayaan publik terhadap kepolisian. Penegakan hukum harus berjalan konsisten tanpa mengabaikan prinsip keadilan, kepastian prosedur, dan penghormatan terhadap masyarakat.

Apel gelar pasukan turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat, DPRD, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Waikabubak, Dandim 1613/Sumba Barat Letkol Inf. Ignasius H. Sogen, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, FKUB, serta unsur terkait lainnya.

Personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dilibatkan sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung kelancaran operasi di wilayah hukum Polres Sumba Barat.

Keselamatan Bukan Sekadar Urusan Polisi

Polres Sumba Barat mengimbau masyarakat mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Keberhasilan Operasi Patuh Turangga 2026 pada akhirnya tidak cukup diukur dari jumlah pelanggaran yang ditindak. Berkurangnya kecelakaan, meningkatnya kepatuhan, dan tumbuhnya budaya berkendara yang aman harus menjadi tujuan utama.

Apel berakhir pukul 08.40 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Operasi Patuh Turangga 2026 pun resmi dimulai dengan harapan mampu memperkuat disiplin masyarakat sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sumba Barat.

(Ms)

Sumber: Humas Polres Sumba Barat

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *