Saling Bantah! Kadisdik Bantah Ada Pelecehan, Anak Buahnya Justru Akui Kejadian di Jakarta

SERGAP.CO.ID

KABUPATEN CIREBON || Kasus dugaan pelecehan oknum konsultan terhadap fasilitator di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon memasuki babak baru yang penuh kejanggalan. Terjadi saling bantah antara atasan dan bawahan.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., M.M., saat dikonfirmasi melalui sambungan Aplikasi WhatsApp oleh tim redaksi, secara tegas menyatakan bahwa tidak ada kejadian tersebut.

“Tidak ada kejadian tersebut,” ujar H. Ronianto, S.Pd., M.M., singkat saat dikonfirmasi melalui sambungan Aplikasi WhatsApp, Senin (21/09/2026).

Namun pernyataan tersebut justru bertolak belakang dengan keterangan dari anak buahnya sendiri yang tidak mau disebutkan namanya memberikan keterangan yang berbeda.

Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi di Jakarta.
Perbedaan keterangan antara Kepala Dinas dan anak buahnya ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di publik.

Ada apa di tubuh Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon? Apakah ada upaya untuk menutupi kasus ini?
Jika anak buahnya saja mengakui kejadian itu di Jakarta, lalu mengapa Kadisdik menyatakan tidak ada kejadian?.

Publik kini mendesak adanya klarifikasi terbuka dan transparan. Kementerian yang disebut telah memberikan peringatan keras diminta untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan investigasi independen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan di mana sebenarnya lokasi pasti kejadian dan siapa fasilitator yang dimaksud.

Sebelumnya diberitakan, Dunia pendidikan Kabupaten Cirebon kembali tercoreng. Seorang oknum konsultan diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap seorang fasilitator perempuan di wilayah lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon.

Peristiwa yang diduga terjadi pada malam jumat (17/09/2026) setelah bimbingan tekhnis tersebut sontak menjadi perhatian serius. Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang merupakan seorang fasilitator program mengalami tindakan tidak menyenangkan dari oknum konsultan yang berinisial P.

Atas kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., M.M., dikabarkan langsung mendapatkan panggilan telepon dari Kementerian Pusat. Panggilan tersebut diduga terkait laporan yang telah masuk ke tingkat pusat mengenai dugaan pelecehan di lingkungan kerja Dinas Pendidikan.
Sumber internal menyebutkan, Kementerian meminta klarifikasi dan penanganan serius terhadap kasus ini agar tidak mencoreng marwah dunia pendidikan dan program kementerian di daerah.

“Iya, Pak Kadis langsung ditelepon dari pusat. Mereka minta kasus ini segera ditangani dan tidak ditutup-tutupi,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diterbitkan pada Senin, 21 Juli 2026, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto, S.Pd., M.M., belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelecehan tersebut maupun terkait adanya telepon langsung dari Kementerian Pusat.

Upaya tim media untuk menghubungi Kadisdik melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapatkan respon.

Publik kini menanti langkah tegas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon dan Kementerian terkait untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah.

Bersambung…

(Agus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *