DARWIN, || Di sela-sela rangkaian kegiatan Darwin Fusion 2026, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto bersama rombongan pejabat daerah melakukan kunjungan strategis ke St. John’s Catholic College, Kota Darwin, Australia, pada Jumat (10/7/2026).
Kunjungan yang didampingi oleh Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KRI Darwin Gina Fadilla serta dipimpin Dr. James Adam ini bertujuan menghidupkan kembali program pertukaran pelajar yang telah lama vakum selama lebih dari satu dekade.
Rombongan diterima langsung oleh Principal St. John’s Catholic College Mr. Cameron Hughes dan International Coordinator Ms. Ann Tan. Sekolah menengah tertua di Darwin ini memiliki sejarah panjang kerja sama dengan sejumlah sekolah di Kupang sejak 35 tahun lalu, termasuk SMP St. Theresia dan SMPN 1 Kupang, yang saat itu didukung oleh akses penerbangan langsung Merpati Airlines. Program student exchange timbal balik tersebut pernah berlangsung intensif sebelum akhirnya terhenti karena berbagai kendala logistik.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Belu yang diwakili Bupati Willybrodus Lay, Pemerintah Kabupaten TTU bersama Bupati Yosep Falentinus Kebo, serta KADIN NTT menyatakan komitmen kuat untuk merevitalisasi hubungan bilateral pendidikan ini. Bentuk kerja sama yang direncanakan tidak hanya terbatas pada pertukaran siswa, tetapi juga mencakup teacher exchange dan joint class secara daring. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa Indonesia sekaligus memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada pelajar Australia sebagai upaya diplomasi budaya dan penguatan sumber daya manusia lintas negara.
Ms. Ann Tan kemudian memandu rombongan meninjau fasilitas pendidikan berstandar internasional di St. John’s Catholic College. Rombongan mengunjungi laboratorium vokasi yang menyerupai restoran profesional, ruang praktik memasak, laboratorium bahasa, pusat teknologi komputer, hingga sarana olahraga. Fasilitas-fasilitas ini dirancang khusus untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern, menjadi referensi penting bagi pengembangan kurikulum vokasi di NTT.
Revitalisasi kerja sama ini diharapkan dapat memanfaatkan momentum konektivitas udara yang semakin baik antara Kupang dan Darwin pasca-Darwin Fusion 2026. Dengan dukungan penuh dari sektor bisnis melalui KADIN NTT dan komitmen pemerintah daerah, program pertukaran pelajar ini diproyeksikan tidak hanya sebagai aktivitas akademik, tetapi juga sebagai jembatan ekonomi dan budaya yang berkelanjutan bagi masyarakat NTT dan Northern Territory.
(Desy)






