NAGEKEO, || Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menegaskan bahwa toleransi di Nusa Tenggara Timur telah melampaui batas retorika politik dan bertransformasi menjadi nilai eksistensial yang menghidupi masyarakat.
Pernyataan tegas ini ia sampaikan saat menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi NTT di Masjid Agung Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa (23/6/2026).
“Kegiatan ini sangat menggugah hati dan menunjukkan bahwa toleransi di NTT bukan hanya slogan, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Semangat seperti ini harus terus dijaga, dipelihara, dan semakin dipererat,” ujar Bobby Lianto yang didampingi Ketua KADIN Nagekeo, Sambu Aurelius Ignatius.
Fakta empiris harmoni sosial terlihat jelas dalam struktur penyelenggaraan MTQ perdana di Nagekeo ini. Sekitar 90 persen panitia berasal dari kalangan Muslim, namun dukungan penuh mengalir deras dari pemeluk agama lain.
Kehadiran Uskup Agung Ende dan Ketua Majelis Agama Kristen yang secara aktif menyampaikan pesan kerukunan menjadi validasi kuat bahwa persaudaraan lintas iman di NTT bersifat inklusif dan substantif.
Ketua LPTQ Provinsi NTT, Mohamad Ansor, mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai indikator ketahanan sosial daerah. Menurutnya, suksesnya MTQ di Nagekeo adalah bukti nyata bahwa NTT layak menyandang predikat sebagai wilayah dengan tingkat toleransi tertinggi di Indonesia.
Bobby juga berharap MTQ ke-31 dapat berjalan lancar hingga penutupan dan melahirkan prestasi gemilang bagi para qari dan qariah.
Ia menilai suasana pembukaan yang meriah sekaligus khidmat telah meninggalkan kesan mendalam, sekaligus mengukuhkan persatuan sebagai modal sosial terbesar masyarakat NTT.
Turut hadir dalam acara yang dibuka secara virtual oleh Gubernur NTT tersebut antara lain Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan dan Ketua KADIN Ende Haji Herry Jufry.
(Desy)






