Launching Car Free Night di Taman Blambangan, Yunus Wahyudi Dorong Kebangkitan UMKM Banyuwangi

SERGAP.CO.ID

KAB. BANYUWANGI, || Peluncuran program Car Free Night (CFN) di kawasan Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (20/6/2026) malam, menjadi momentum baru dalam upaya menghidupkan ruang publik sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Kegiatan yang dipusatkan di salah satu ikon ruang terbuka masyarakat Banyuwangi tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang memadati area acara sejak malam hari.

Bacaan Lainnya

Salah satu tokoh yang turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut adalah aktivis Banyuwangi Yunus Wahyudi, yang dikenal masyarakat dengan julukan “Harimau Blambangan”. Kehadirannya menarik perhatian pengunjung yang datang untuk menikmati rangkaian hiburan sekaligus melihat langsung konsep Car Free Night yang mulai diperkenalkan kepada masyarakat.

Selain dihadiri Yunus Wahyudi, acara tersebut juga dihadiri sejumlah aktivis, awak media, perwakilan lembaga kemasyarakatan, pelaku UMKM, serta warga dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai dengan menghadirkan beragam hiburan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelaksanaan Car Free Night digagas sebagai wadah untuk menghidupkan aktivitas malam di ruang publik sekaligus memberikan peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat. Sejumlah pedagang kaki lima tampak memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan aneka makanan, minuman, dan produk kreatif lokal di sepanjang area kegiatan.

Keberadaan para pelaku usaha menjadi salah satu daya tarik utama dalam acara tersebut. Pengunjung tidak hanya menikmati hiburan yang disuguhkan panitia, tetapi juga berkesempatan membeli berbagai produk lokal yang dipasarkan oleh masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Yunus Wahyudi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Car Free Night yang menurutnya dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus ruang interaksi sosial yang positif.

“Alhamdulillah malam ini ada acara pembukaan Car Free Night yang diselenggarakan oleh teman-teman dari Lateng, Kampung Ujung, Mandar, serta para aktivis di Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangkitkan UMKM masyarakat,” ujar Yunus.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai peluang ekonomi sekaligus ruang kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh kalangan.

“Kami mengajak masyarakat Banyuwangi untuk berjualan setiap malam Minggu dan malam Senin di Car Free Night. Masyarakat juga dipersilakan hadir dan menikmati hiburan yang kami sajikan. Harapannya UMKM Banyuwangi semakin hidup, para pedagang semakin berkembang, dan kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi semua pihak,” katanya.

Menurut Yunus, ruang publik yang aktif dan produktif dapat menjadi salah satu instrumen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari bawah. Karena itu, ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan dan mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah pengunjung menyambut positif pelaksanaan Car Free Night karena menghadirkan alternatif hiburan keluarga di akhir pekan. Selain menikmati suasana malam di Taman Blambangan, masyarakat juga dapat menikmati penampilan musik secara gratis sambil mendukung pelaku usaha lokal.

Acara semakin semarak dengan penampilan musik live yang menghadirkan penyanyi maestro Banyuwangi, Catur Arum. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian pengunjung yang memadati area panggung hingga larut malam. Suasana hiburan yang dipadukan dengan aktivitas ekonomi masyarakat menciptakan atmosfer yang berbeda dibandingkan aktivitas malam pada umumnya di kawasan tersebut.

Meski demikian, sejumlah warga berharap pelaksanaan Car Free Night ke depan dapat dibarengi dengan pengelolaan yang baik, terutama terkait kebersihan, keamanan, pengaturan parkir, dan kenyamanan pengunjung. Menurut mereka, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh ramainya pengunjung, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara menjaga ketertiban dan kenyamanan ruang publik.

Harapan serupa juga muncul dari para pelaku UMKM yang menginginkan kegiatan tersebut dapat berlangsung secara rutin sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih signifikan. Mereka menilai Car Free Night berpotensi menjadi etalase produk lokal sekaligus sarana promosi yang efektif bagi usaha kecil dan menengah di Banyuwangi.

Dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi pada peluncuran perdananya, Car Free Night di Taman Blambangan diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, memperkuat interaksi sosial, dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Banyuwangi.

Apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan, program ini berpotensi menjadi salah satu agenda rutin yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Taman Blambangan sebagai pusat aktivitas masyarakat dan destinasi ruang publik unggulan di Banyuwangi.

(Iwan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *