Wakapolres Sumba Barat Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Strategis Jaga Kamtibmas

SERGAP.CO.ID

WAIKABUBAK, || Upaya memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan kalangan mahasiswa terus dilakukan Polres Sumba Barat. Salah satunya melalui kegiatan coffee morning yang digelar Wakapolres Sumba Barat, Cecep Ibnu Ahmadi, bersama kelompok Cipayung yang terdiri dari GMNI dan PMKRI Kabupaten Sumba Barat.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang diskusi antara kepolisian dan mahasiswa terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sumba Barat. Turut hadir mendampingi Wakapolres, Kasat Intelkam Polres Sumba Barat serta Kanit Pidum Satreskrim Polres Sumba Barat.

Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah pandangan, kritik, dan masukan terkait penegakan hukum serta kondisi sosial masyarakat di daerah. Diskusi berlangsung terbuka sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi positif antara aparat kepolisian dan generasi muda.

Wakapolres Sumba Barat menyampaikan bahwa kegiatan coffee morning menjadi salah satu langkah membangun komunikasi yang harmonis dengan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi penting sebagai kontrol sosial sekaligus penyambung aspirasi masyarakat.

“Kami berharap komunikasi seperti ini terus terjalin dengan baik. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa dukungan semua pihak, termasuk rekan-rekan mahasiswa,” ujar Kompol Cecep Ibnu Ahmadi.

Dari sisi kepolisian, forum diskusi semacam ini dinilai penting untuk memperkuat pendekatan humanis dalam menjaga keamanan wilayah. Selain sebagai sarana menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mencegah munculnya kesalahpahaman maupun potensi konflik antara masyarakat dan aparat penegak hukum.

Sementara itu, kalangan mahasiswa menyambut positif ruang dialog yang dibangun pihak kepolisian. Menurut mereka, keterbukaan komunikasi menjadi hal penting agar mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung serta ikut terlibat dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

Meski demikian, mahasiswa juga menilai sinergitas tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial semata. Diperlukan konsistensi dalam membangun transparansi, penegakan hukum yang adil, serta respons cepat terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain membahas situasi kamtibmas, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara Polres Sumba Barat dan organisasi kemahasiswaan. Kedua pihak sepakat bahwa stabilitas keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan coffee morning ini, diharapkan hubungan antara kepolisian dan kelompok mahasiswa dapat terus terjalin secara positif guna menjaga persatuan, mencegah potensi gangguan kamtibmas, serta mendukung terciptanya penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan di Kabupaten Sumba Barat.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *