KAB. SUMBA BARAT DAYA NTT,||Seorang guru perempuan di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, berinisial MM, melaporkan pengaduan dipolres Sumba Barat Daya serangkaian dugaan penyebaran konten asusila di medsos yang dialaminya.Sabtu 4 Maret 2026.Pengaduan tersebut diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres SBD dan kini menunggu proses tindak lanjut.
Terduga pelaku adalah seorang laki-laki berinisial AD, warga Desa Wali Ati, Kecamatan Wewewa Barat yang viralkan dimedsos.Memicu serangkaian tindakan intimidatif yang semakin lama semakin mengarah pada trauma yang dialami MM yang tidak dikehendaki dengan ancaman serius terhadap keselamatan keluarganya.
Tekanan yang terus-menerus itu berdampak berat pada kondisi mental MM.AD diduga menggunakan berbagai nomor telepon baru dan akun media sosial palsu untuk terus mengganggu MM.Bahkan, akun media sosial korban disebut pernah diakses tanpa izin dan digunakan untuk mengirim pesan kepada orang lain, yang memperparah situasi,”katanya
Ketika foto-foto tidak senonoh milik MM tersebar luas di media sosial, khususnya dalam grup Facebook lokal.Foto-foto tersebut disertai narasi yang seolah-olah dibuat oleh MM sendiri,bahkan dilengkapi dengan identitas lengkap seperti nama,alamat,dan tempat kerja korban.
MM sangat terpukul dan malu.Nama baik saya dihancurkan.Foto-foto pribadi saya disebarkan tanpa izin dengan narasi yang sangat merendahkan,” tegasnya.
Akibat kejadian ini,MM mengaku mengalami kerugian besar, tidak hanya secara psikologis dan mental, tetapi juga secara sosial. Ia merasa takut, tertekan, dan kehilangan rasa aman, baik di lingkungan masyarakat maupun di tempatnya bekerja sebagai pendidik,”jelasnya
(Ms)






