KUPANG, || Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H/2026 M, Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) menyalurkan 256 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu dan panti asuhan di Kota Kupang, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan sosial yang digelar di Mushola Al-A’raf, Kantor Kejati NTT itu menjadi bagian dari agenda rutin tahunan yang kini memasuki tahun ke-11 pelaksanaan. Sejumlah pejabat utama Kejati NTT turut hadir, termasuk Kepala Kejati NTT beserta jajaran asisten dan kepala bidang.
Dari total paket yang disiapkan, sebanyak 150 paket dibagikan langsung kepada warga yang telah terdata sebelumnya di wilayah Kota Kupang. Sisanya didistribusikan ke sejumlah panti asuhan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian sosial.
Setiap paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, susu, mi instan, dan teh. Proses penyaluran dilakukan secara tertib dan terkoordinasi oleh panitia guna memastikan bantuan tepat sasaran serta menghindari kerumunan.
Kepala Kejati NTT, Roch Adi Wibowo, SH, MH, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian institusi penegak hukum terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya menjelang Ramadan.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Total dana yang digunakan dalam kegiatan ini mencapai Rp38.400.000, yang bersumber dari kas Mushola Al-A’raf serta sumbangan para donatur, termasuk pejabat internal dan pihak-pihak yang pernah bertugas di NTT.
Penyerahan simbolis dilakukan oleh Kajati NTT bersama Wakajati NTT, Teuku Rahmatsyah, SH, MH, MKN, didampingi Ketua Panitia Abdul Rahman, SH, MH.
Salah satu penerima bantuan, Kamaria Abdullah (59), warga Kelurahan Bonipoi, mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan setiap tahun.
Melalui aksi sosial ini, Kejati NTT tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga memperkuat peran sosial kemasyarakatan, mempererat hubungan institusi dengan warga, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di momentum Ramadan.
(Desy)






