Tawaqufan di BP Istiqamatuddin Baitul Muarif Kota Subulussalam di Rangkum Dalam Satu Kegiatan, Cek Apa Saja

SERGAP.CO.ID

KOTA SUBULUSSALAM, || Pada Sabtu malam tanggal 06 Februari 2026 M/19 Sya’ban 1447 H. BP (Balai Pengajian) Istiqamatuddin Baitul Mu’arrif Kota Subulussalam menggelar acara Tawaqufan atau penutupan sementara, penghentian sejenak, atau libur kegiatan rutin, yang dirangkum dalam berbagai kegiatan.

Bacaan Lainnya

Adapun dari amatan media ini lokasi acara kegiatan penutupan sementara yang diselenggarakan selama tiga hari tersebut diisi dengan acara musabaqah festival Santri dan ditutup dengan peringatan Isra’ Wal Mi’raj dengan mendatangkan penceramah Tgk. Usman, S.Pd.I. Gr dari Aceh Selatan.

Turut berhadir pada acara tersebut Pimpinan Balai Pengajian, Tokoh Masyarakat, Pj. Geuchik Sigrun, dan beberapa Kepala Kampong Desa Tetangga. Ketua dan Anggota BPG, Aparatur Kampong, orang tua Santriwan dan Santriwati serta Warga dari Desa Pulo Kedep, Pulo Belen, Gunung Bakti dan Jambi Baru.

Dalamsambutanya, Kepala Kampong Pulo Kedep yang diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Arman. Menyampaikan Pemerintah Desa terus memberi dukungan dan tahun ini hanya bisa memberi Sumbangan melalui dana desa sebesar Rp 5.000.000.00,-(Lima Juta Rupiah) untuk setial TPA atau Balai Pengajian yg ada di Kampong Pulo Kedep semoga bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Pimpinan Balai Pengajian Baitul Mu’arrif Kota Subulussalam Tgk. Agustari Husni, S.Pd.I., M. Pd.,dalam sambutanya mengatakan penghentikan sementara rutinitas pengajian ini agar santri dan pengajar dapat lebih fokus beribadah secara mandiri (tadarus, iktikaf, tarawih) selama bulan Ramadhan.

“Proses Belajar Mengajar atau pengajian di Balai Pengajian Istiqamatuddin Baitul Mu’arrif Kita tutup sementara, ini, bukan berarti berhenti menuntut ilmu, melainkan jeda untuk fokus beribadah di bulan Ramadhan. Saya berpesan pada Santri dan Santriwati agar ilmu yang sudah didapat dapat diamalkan, jaga silaturahmi, dan mari kita tingkatkan ibadah. Kami atas nama Pimpinan dan Pengurus Balai pengajian Istiqamatuddin Baitul Mu’arrif memohon maaf lahir dan batin, semoga Allah SWT mempertemukan Kita kembali setelah bulan Syawal yang akan datang”, katanya.

“Dan Kembali dibuka Pengajian sekitar 15 Syawal dan kita tetap Istiqamah dalam “BELAJAKH ATO MENGAJAKH” (BEUT SEMEUBEUT), ” ujarnya Tgk. Agustari Husni, S. Pd. I., M. Pd. menambahkan.

Pada kesempatan tersebut salah seorang orang tua Santri menyebutkan ini adalah momen yang luar biasa yang dimana kami dapat bersilaturahmi sesama orang tua Santri.

“Luar biasa dan patut diapresiasi acara yang dirangkum dalam satu kegiatan ini, pasalnya memiliki nilai tersendiri apalagi diisi dengan ceramah agama peringatan Isra’ Wal Mi’raj Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan Dai atau penceramah agama dari luar Kota’.

“Saya selaku perwakilan Orang tua Santri pada Balai pengajian ini berharap Tahun yang akan datang acara tawaqufan ini kita laksanakan dengan lebih meriah lagi”, ungkapnya.

Usai acara tawaqufan dan ceramah agama acara dilanjutkan dengan penyerahan tropy dan bingkisan untuk para pemenang Musabaqah Festival Santri dan acara ditutu dengan Lantunan Shalawat ala Nahdhatul Ulama oleh Pimpinan dan Pengurus Balai Pengajian Istiqamatuddin Baitul Mu’arrif.

(Pewarta : M. Adhar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *