KOTA TASIKMALAYA, || Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya menggelar kegiatan Silaturahmi dan Peningkatan Kompetensi Ketahanan Keluarga Perempuan Etnis sebagai upaya memperkuat persatuan lintas etnis melalui peran strategis perempuan dalam keluarga, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Graha Asia Plasa Kota Tasikmalaya dan diikuti oleh perempuan dari berbagai latar belakang etnis dan budaya yang tergabung dalam FPK Kota Tasikmalaya.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama ketahanan sosial dan kebangsaan di tengah masyarakat multikultural.
Ketua FPK Kota Tasikmalaya, Syahrial Kota, menegaskan bahwa keluarga merupakan ruang pertama dan paling strategis dalam menanamkan nilai kehidupan, toleransi, serta karakter kebangsaan kepada generasi penerus.
“Dari keluarga lahir generasi yang berakhlak, berkarakter, dan mampu hidup rukun dalam keberagaman. Di sinilah perempuan memegang peran sentral sebagai pendidik, penanam nilai, penjaga harmoni, sekaligus penguat ketahanan sosial,” ujar Syahrial dalam sambutannya.
Ia menilai silaturahmi perempuan lintas etnis tidak sekadar pertemuan sosial, melainkan bagian dari proses membangun ketahanan bangsa dari fondasi paling kokoh, yakni keluarga.
Syahrial juga menjelaskan bahwa Forum Pembauran Kebangsaan merupakan organisasi mandatori yang diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006.
Dalam regulasi tersebut, FPK memiliki tugas utama membina serta membaurkan seluruh etnis yang ada di daerah guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena itu, kehadiran para peserta dalam kegiatan ini memiliki makna strategis sebagai duta pembauran kebangsaan di tengah masyarakat.
“Marilah kita saling membaur, saling menyapa, dan saling menghargai tanpa merasa lebih tinggi dari etnis yang lain, karena pada hakikatnya kita memiliki satu identitas yang sama, yaitu Indonesia,” tegas Syahrial.
Melalui kegiatan ini, FPK Kota Tasikmalaya berkomitmen terus menjadi ruang kebersamaan lintas etnis, agama, dan budaya di Kota Tasikmalaya.
FPK juga mendorong perempuan untuk berperan aktif sebagai agen toleransi dan persatuan, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M menyampaikan apresiasi kepada tim paduan suara binaan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga FPK yang tampil dengan latihan disiplin dan penuh semangat.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh etnis yang tergabung dalam FPK, seraya menyebut bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya merasa terbantu dan bangga atas terwujudnya pembauran yang berlangsung secara tenteram dan damai.
Penampilan paduan suara dinilai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kebersamaan serta keharmonisan dalam keberagaman etnis dan budaya.
FPK Kota Tasikmalaya turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga FPK atas prakarsa, kerja keras, dan koordinasi sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Di akhir kegiatan, FPK Kota Tasikmalaya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, sponsor, dan pihak pendukung, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pelaksanaan, dengan harapan semangat kebersamaan yang terbangun menjadi modal memperkuat keluarga dan menjaga persatuan Indonesia.
(Rizal)






