Akses Jalan Rusak Parah Akibat Truk Sawit, Warga Desa Kertarahayu Blokir Jalan: “Mana Tanggung Jawab CSR PTPN IV?”

SERGAP.CO.ID

LEBAK, BANTEN, || Puluhan warga Desa Kertarahayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, melakukan aksi protes keras dengan memasang portal di jalan utama desa. Langkah ini diambil sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap PTPN IV Regional 1 Kebun Kertajaya yang dinilai abai terhadap kerusakan infrastruktur akibat aktivitas operasional perusahaan.

Bacaan Lainnya

 

Jalan desa yang menjadi urat nadi perekonomian warga kini dalam kondisi hancur. Kerusakan ini diduga kuat akibat aktivitas kendaraan bertonase besar milik perusahaan sawit yang setiap hari melintas. Debu tebal saat kemarau dan kubangan lumpur saat hujan telah menjadi makanan sehari-hari warga, menghambat akses pendidikan anak sekolah hingga layanan kesehatan.

 

Kepala Desa Kertarahayu mengungkapkan fakta mengejutkan. Meski wilayahnya menjadi lokasi utama perkebunan (Ring 1), ia mengklaim bahwa sejak perusahaan berdiri, Desa Kertarahayu hampir tidak pernah merasakan manfaat dana CSR (Corporate Social Responsibility).

 

“Kami sangat menyayangkan, ada desa lain yang justru mendapatkan bantuan CSR, sementara kami yang wilayahnya digunakan dan terdampak langsung justru diabaikan. Kami merasa dianaktirikan di tanah kami sendiri,” ujar Kepala Desa Kertarahayu, Toha Haerudin Purba dengan nada kecewa.

 

Pihak desa sebelumnya telah mengajukan proposal perbaikan jalan berupa betonisasi sepanjang 1 km dengan anggaran sekitar Rp1 miliar. Angka tersebut dinilai rasional agar jalan mampu menahan beban truk sawit dalam jangka panjang. Namun, pihak PTPN IV dikabarkan hanya bersedia mengalokasikan dana sebesar Rp57 juta.

 

Nominal tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak desa dan masyarakat karena dianggap tidak sebanding dengan tingkat kerusakan dan keuntungan yang dikeruk perusahaan dari lahan mereka. Dana 57 juta dinilai hanya cukup untuk perbaikan “tambal sulam” yang akan kembali rusak dalam hitungan minggu.

 

Akibat buntu dalam proses negosiasi, warga akhirnya memilih memasang portal jalan, menggunakan pohon bambu. Mereka menuntut pihak manajemen pusat PTPN IV untuk turun tangan langsung melihat penderitaan masyarakat.

 

“Kami terpaksa menutup jalan agar tidak semakin hancur. Kami butuh solusi permanen, bukan sekadar janji atau bantuan ala kadarnya. Jika tidak ada realisasi yang adil, kami akan tetap mempertahankan portal ini,” ungkap salah satu perwakilan warga di lokasi aksi.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak manajemen PTPN IV Regional 1 mengenai aksi pemblokiran jalan dan tuntutan betonisasi dari warga Desa Kertarahayu tersebut.

 

( Kamri S/Lnd)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *