KAB. TASIKMALAYA, || Pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT) di Desa Neglasari, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, diduga bermasalah. Pasalnya, proyek yang baru selesai sekitar satu minggu tersebut dilaporkan kembali ambruk untuk kedua kalinya, sehingga menuai sorotan dan keluhan dari masyarakat setempat.
TPT yang dibangun menggunakan dana bantuan Provinsi Jawa Barat dengan nilai anggaran sebesar Rp98 juta itu berlokasi di wilayah Desa Neglasari. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 40 meter dengan tinggi 3,40 meter dan dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan Desa (PPKD).
Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Desa Neglasari, Yayan R., S.Pd.I, yang didampingi Bendahara Desa Ade J., S.E, pihak desa membenarkan adanya kejadian ambruk atau longsor pada struktur TPT tersebut. Ia menyebutkan bahwa proyek tersebut sebelumnya telah melalui proses monitoring dari pihak Kecamatan Jatiwaras.
Menurut Yayan, ambruknya TPT diduga disebabkan oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai kejadian tersebut sebagai bencana alam yang berada di luar kendali pihak pelaksana, meskipun proyek baru saja rampung dikerjakan.
Sementara itu, Bendahara Desa Ade J., S.E menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Kepala Desa Neglasari untuk membahas langkah pertanggungjawaban. Ia menyebutkan bahwa persoalan tersebut akan dimusyawarahkan bersama pemerintah desa guna menentukan tindak lanjutnya.
Di sisi lain, warga setempat menyampaikan kekecewaan atas kondisi pembangunan tersebut. Salah seorang warga berinisial A (54), warga RT 03/04, membenarkan bahwa TPT tersebut sudah dua kali mengalami ambruk. Ambruk pertama terjadi sekitar 10 persen, kemudian selang satu minggu kembali ambruk hingga mencapai sekitar 70 persen.
Dalam keterangannya dengan logat Sunda, A mengungkapkan keheranannya karena pembangunan tersebut tergolong masih baru dan belum lama selesai dikerjakan. Ia menilai, meskipun proyek serupa di kampung lain sering diperbaiki dengan anggaran kecil, namun tetap bisa bertahan lebih lama dibandingkan TPT tersebut.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya berinisial T (53). Ia mengaku heran mengapa bangunan dengan anggaran yang cukup besar tidak mampu bertahan lama. Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam kualitas pekerjaan. Ujarnya 5 /1/2026.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Neglasari belum dapat ditemui di kantor desa untuk memberikan klarifikasi langsung terkait ambruknya pembangunan TPT tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(Udan)






