Dari Balik Jeruji ke Ladang Jagung: PTI NTT Dorong Ketahanan Pangan Lewat Kolaborasi Lapas Kupang

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Liyanto, mengapresiasi langkah kolaboratif penanaman jagung di lahan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, yang digelar pada Sabtu, 27 Desember 2025.

Bacaan Lainnya

Program ini dinilai sebagai terobosan strategis yang memadukan ketahanan pangan, pemberdayaan sosial, dan penguatan sektor pertanian di NTT.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara PTI NTT, PT SMJ, serta jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas). Hadir dalam kegiatan itu Kepala Wilayah Dirjenpas Ketut Akbar Herry Achjar, Kepala Lapas Kelas IIA Kupang Antonius H. Jawa Gili, Kepala Rutan Kupang, serta perwakilan PT SMJ.

Meski tengah berada di China, Bobby Liyanto menyampaikan apresiasinya secara langsung atas keberlanjutan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penanaman jagung di Lapas Kupang merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemuda Tani Indonesia sejak pelantikan pengurus DPC.

“Inilah keberlanjutan kerja sama sejak pelantikan. Pemuda Tani terus bergerak bersama mitra PT SMJ untuk penanaman jagung, mulai dari Lanud El Tari Kupang, lahan Hotel Harper, hingga kini bekerja sama dengan lapas-lapas di seluruh NTT yang melibatkan kabupaten-kabupaten,” ujar Bobby.

Lebih jauh, Bobby mengungkapkan rencana strategis PTI NTT dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya untuk mendukung industri pakan ternak di daerah. Ia menyebut, saat ini tengah menjajaki peluang investasi pertanian dengan sejumlah investor di China.

“Saya saat ini berada di China bersama keluarga dan berencana bertemu investor untuk investasi pertanian, khususnya di bidang pakan ternak. Kami menyiapkan jagung sebanyak mungkin agar pabrik pakan ternak bisa dibuka di NTT,” jelasnya.

Menurut Bobby, program penanaman jagung di Lapas Kupang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga memiliki dimensi pembinaan sosial. Kegiatan ini melibatkan warga binaan yang telah melalui proses seleksi untuk diberi kesempatan berafiliasi dalam kegiatan pertanian produktif di luar lapas.

“Aktivitas ini melibatkan warga binaan yang sudah diseleksi untuk bisa berafiliasi bertani di luar. Ini merupakan penanaman jagung perdana di Kota Kupang,” tegasnya.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemuda tani, dan mitra swasta dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka ruang pemberdayaan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *