KOTA BIMA || Dalam rangka mengenang 12 tahun wafatnya Sultan Bima H. Ferry Zulkarnaen, ST., Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (Ntb) bersama keluarga besar Istana Bima mengadakan kegiatan Zikir dan Doa yang dihadiri oleh para pejabat Forkopimda Kota Bima dan Kabupaten Bima, Polres Bima dan Kodim Bima.
Acara tersebut diselenggarakan oleh keluarga besar Kesultanan Bima dan diprakarsai oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri S.E M.IP, dengan tokoh-tokoh penting daerah serta unsur TNI, bertempat di Kediaman Wakil Gubernur Ntb, Jln Sulawesi Kelurahan Sarae Kecematan Rasanae Barat Kota Bima. Pada Kamis, (26/12/2025).
Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol Arh Samuel Asdianto Limbongan S. Kom M. Sc., yang turut mengikuti doa sebagai penghormatan khusus kepada almarhum Sultan H. Ferry Zulkarnain ST dan keturunan Kesultanan Bima.
Dalam kesempatan ini, Dandim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom.M.Sc., menyampaikan pentingnya penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu dan keturunan Kesultanan Bima.
“Sebagai Komandan Kodim yang berdiri di wilayah ini, saya memiliki tanggung jawab moral dan kewajiban untuk mendukung pelestarian sejarah dan tradisi Kesultanan Bima, yang merupakan bagian penting dari identitas dan kebudayaan masyarakat Dana Mbojo. Menghormati pemimpin pendahulu seperti Sultan H. Ferry Zulkarnain ST adalah bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka, yang telah membawa kemajuan dan keharmonisan di Bima,” ucap Dandim.
Dzikir dan Do’a dimulai dipimpin oleh Ustadz H. M. Sidik S. Ag. Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran semua pihak walaupun menghadapi tantangan cuaca musim hujan. Ia juga mendoakan agar almarhum Sultan H. Ferry Zulkarnain ST mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta berharap agar anak dan keturunan almarhum senantiasa diberi iman dan Islam yang kuat.
Wakil Gubernur juga menyampaikan salam hormat dan hangat dari Gubernur NTB kepada seluruh keluarga besar Kesultanan Bima sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas sinergi yang terus terjalin antara pemerintah daerah dengan Kesultanan Bima.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya mempererat hubungan antara TNI, pemerintah daerah, dan Kesultanan Bima, untuk menjaga kebersamaan dan penghormatan terhadap sejarah dan nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan. Dzikir dan Do’a bersama diakhiri dengan suasana penuh khidmat yang memperkuat semangat persatuan masyarakat Dana Mbojo.
(Sukirman)






