Selamatkan Sumber Air Kota, Pemkot Kupang Gandeng PLAN Indonesia Jalankan Program CERAH

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Pemerintah Kota Kupang mempertegas komitmennya dalam menyelamatkan sumber daya air bersih dengan membuka ruang kolaborasi lintas pihak. Upaya ini ditandai rencana penandatanganan nota kesepahaman bersama Yayasan PLAN Indonesia melalui Program CERAH atau Cerdas Kelola Air dan Lahan.

Bacaan Lainnya

Program tersebut menyasar perbaikan kualitas dan kapasitas air minum Kota Kupang, khususnya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Dendeng dan Kali Liliba, mulai dari wilayah hulu hingga hilir yang selama ini menjadi sumber utama air baku kota.

Kolaborasi ini mencakup kajian dan penyelesaian persoalan Non Revenue Water, penguatan dokumen Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM), hingga pengembangan perencanaan berbasis data dan kajian ilmiah.

Selain aspek teknis, program ini juga menitikberatkan pada edukasi publik dan pemberdayaan komunitas lokal agar masyarakat terlibat aktif dalam menjaga sumber air dan lingkungan sekitarnya.

Berbagai aksi konservasi akan dijalankan, seperti penanaman pohon, pembangunan sumur resapan dan biopori, serta penguatan peran perempuan, pemuda, kelompok disabilitas, dan tokoh adat dalam tata kelola air.

Pemkot Kupang juga mendorong pengaktifan forum multipihak sebagai wadah kolaborasi berkelanjutan untuk memastikan pengelolaan air bersih berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Rencana kerja sama ini terungkap dalam audiensi Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Yayasan PLAN Indonesia di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (1/12/2025).

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kupang Jefri Pelt dan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Bening Isidorus Lilijawa, serta jajaran pengurus PLAN Indonesia.

Penandatanganan MoU dijadwalkan berlangsung pada Kick Off Program CERAH, Kamis (4/12/2025), dan akan dilanjutkan dengan aksi penanaman pohon di kawasan DAS pada Jumat (5/12/2025).

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan, kolaborasi ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan air minum sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan Kota Kupang.

Menurutnya, sinergi dengan PLAN Indonesia diharapkan mampu menciptakan ketahanan air jangka panjang sekaligus mengurangi tekanan fiskal daerah melalui perbaikan tata kelola sumber air.

“Yang kita lakukan hari ini adalah investasi masa depan. Air harus cukup bukan hanya untuk kita, tetapi untuk anak cucu yang akan lahir di Kota Kupang. Ini bukan seremonial. Kalau kajiannya sudah ada, anggarannya akan mengikuti. Money follow program,” tegas Christian Widodo.

Sementara itu, Area Program Manager NTT Yayasan PLAN Indonesia, Semuel A. Niap, menjelaskan Program CERAH didukung Pemerintah Australia dan akan berjalan selama tiga tahun, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan air dan lahan secara berkelanjutan di Kota Kupang.

(Dessy/Advertorial)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *